Jakarta, TopBusiness – Hingga penutupan perdagangan Selasa (18/02) di Bursa Efek Indonesia, indeks harga saham gabungan atau IHSG terkunci bertambah 19,44 poin, atau setara dengan 0,33 persen ke level 5.886,962. Indeks komposit Jakarta tersebut terkena aksi beli saham berharga murah, sehingga terjadi technical rebound.
Pelaku pasar mencari celah terhadap beberapa saham berharga murah, namun berfundamental bagus, di tengah-tengah minimnya sentimen positif. Sementara indeks yang memuat sebanyak 45 jenis saham terlikuid dalam wadah indeks LQ-45 pun terangkat 2,11 poin (0,22 persen) ke posisi 956,277.
Penguatan IHSG didorong oleh peningkatan poin sejumlah sektor. Seperti, industri dasar yang naik 15,95 poin (1,86 persen) ke posisi 875,102, diikuti pertambangan 12,19 poin (0,86 persen) ke posisi 1.424,772, dan infrastruktur 9,37 poin (0,71 persen) ke level 1.329,631.
Perdagangan di pasar reguler berlangsung normal, dengan volume mencapai 8.767.613.510 unit dan frekuensi 397.393 kali senilai Rp 5,970 triliun. Sejumlah saham mengalami peningkatan harga, diantaranya, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) Rp 30 menjadi Rp 970 per unit, diikuti PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) Rp 320 ke posisi Rp 2.020, dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) Rp 125 ke posisi Rp 8.975.
Fotographer: Rendy MR
