TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

AGRO Optimistis Kredit Pinang Bisa Melambung 20 Kali Lipat

Busthomi
20 February 2020 | 07:39
rubrik: BUMN, Finance
BRI Agro Siap Kucuri Kredit Hingga Rp 50 Miliar ke Pengelola Pasar

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) selama tahun 2019 lalu tidak lepas dari kontribusi produk pinjaman berbasis digital yaitu Pinang yang telah diluncurkan pada bulan Februari 2019 di Kota Solo Jawa Tengah.

Perseroan berhasil menyalurkan kredit melalui Pinang ini sebesar Rp30 miliar. Namun tahun ini perseroan optimistis bisa mengucurkan lebih banyaknya lagi yakni mencapai Rp600 miliar. Dengan kenaikan tersebut berarti kredit tersebut bisa melonjak 20 kali lipat.

“Sampai 2019, penyaluran kredit melalui Pinang mencapai Rp 30 miliar, tahun 2020 kita berupaya lebih yakni mencapai Rp600 miliar. Jangan disebut tumbuh berapa persen, itu pasti sangat tinggi,” tegas Direktur Utama AGRO, Ebeneser Girsang usai RUPST di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Untuk bisa menggenjot tercapainya target penyaluran kredit melalui Pinang tersebut, dirinya mengatakan akan masuk ke ranah non-payroll. Ini berbeda dari sebelumnya, dimana kredit melalui Pinang memang dibatasi.

Namun begitu, diakui dia, nasabah non-payroll itu tetap berasal dari nasabah BRI. Hal ini karena dari sisi mitigasi risiko sudah terjaga.

“Iya nantinya tetap nasabah BRI ya, sehingga prudential banking tetap terjaga. Dengan cara ini bisa lebih cepat tumbuhnya,” katanya.

Tahun ini salah satu rencana BRI Agro memang memperbaiki kualitas kredit melalui layanan digital banking. Sejak dua tahun terakhir, BRI Agro gencar mengembangkan internet banking hingga QR Code.

Dan upaya untuk memberikan kredit melalui Pinang dengan cara non-payroll tersebut akan didorong untuk bisa terlaksana tahun ini. Dirinya juga mengatakan akan bekerjasama dengan pihak ketiga seperti market place tertentu.

“Makanya kalau perhatikan growth (dari Rp 30 miliar menjadi Rp 600 miliar), ini dari kecil menjadi sangat besar. Tinggal dihitung saja berapa kenaikannya,” tegas dia.

BACA JUGA:   BNI Dukung Gugus Tugas Covid

Pinang sendiri merupakan pinjaman berbasis aplikasi pertama yang dikembangkan oleh perbankan dan sudah fully digital. Pada tahun 2019, Pinang telah menyalurkan pinjaman kepada lebih dari 7.000 debitur dengan total penyaluran kredit sebesar Rp30,6 miliar dengan outstanding sebesar Rp22,8 miliar.

Untuk NPL sendiri, sepanjang tahun lalu, perseroan mencatat NPL net sebesar 4,86% yang meningkat dibandingkan periode sebelumnya sebesar 1,78% pada 2018. Peningkatan NPL ini terjadi karena adanya penurunan kualitas kredit pada segmen menengah dan ritel.

Untuk menekan rasio NPL, maka strategi yang dilakukan perseroan adalah dengan melakukan restrukturisasi dan meningkatkan frekuensi lelang dengan cara pembuatan website lelang dan melakukan kerjasama dengan balai lelang swasta. “Strategi perbaikan kinerja diharapkan dapat menekan rasio NPL, sehingga menjadi lebih baik dan ditopang dengan pengembangan produk simpanan yang dapat meningkatkan transaksi seperti QR payment, debit card dan digital saving,” pungkas Eben.

Tags: BRI agrobumn
Previous Post

Ini Cara Kimia Farma Tingkatkan CSR

Next Post

Pasar Properti Lebih Bagus di 2020

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR