- Foto: Energitoday.com
Jakarta, businessnews.id — Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, mengatakan bahwa konsumsi bahan bakar liquefied gas for vehicle (LGV) merek Vi-Gas, naik rata-rata 40% per tahun. Tahun 2008, konsumsi itu di 189 kl dan menjadi 913 kl di tahun 2013. “Masyarakat akan lebih menerima Vi-Gas sebagai alternatif dari bahan bakar minyak (BBM) di masa mendatang,” kata Bambang hari ini di Bandung.
Penerimaan yang lebih baik itu, kata dia dalam keterangan pers, dilatari beberapa sebab. Yakni, ketersediaan pasokan, perkembangan teknologi, desain converter kit yang lebih praktis, dan perkembangan desain mobil dual fuel BBM-LVG di dunia.
Saat ini, Pertamina telah mengoperasikan12 stasiun pengisian bahan bakar (SPB) Vi-Gas di Jakarta, dan tiga lainnya di Bali. Adapun di Bandung, SPB tersebut diresmikan hari ini, dan merupakan yang ke-16 se-Indonesia.
Dibangunnya SPB Vi-Gas di Bandung merupakan langkah awal atas pengembangan di Jawa bagian Barat, dan untuk turut menyukseskan program konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG).
“Kami juga membangun SPB Vi-Gas di beberapa kota lain, yaitu Semarang, dan Yogyakarta. Dengan jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina yang tersebar luas di seluruh Indonesia dan memiliki dukungan finansial yang kuat. Sehingga dapat menjalankan kebijakan konversi tersebut secara cepat, tepat, dan masif,” terang Bambang.
Penulis/Peliput: Dhi
Ed: Dhi
