Jakarta, TopBusiness – Harga minyak rentan dengan isu sensitif yang merebak sangat cepat, seperti, epidemi virus corona. Akibatnya, pelaku pasar komoditas lebih memilih tak memegang investasi di emas hitam itu.
Penyebaran virus corona yang semakin masif, menyebabkan pasar komoditas harus bersiap diri. Mereka lebih memilih untuk melakukan konsolidasi untuk sementara waktu.
Ada 15 kematian di Iran akibat virus tersebut. Sehingga, beberapa negara di Teluk Tengah memutuskan hubungan guna meminimalisir dampaknya.
Tercatat, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange turun USD 1,53 ke posisi 49,90 per barel. Brent di London ICE Futures Exchange untuk pengiriman April USD 1,35 menjadi USD 54,95.
Ilustrasi: Istimewa
