TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pefindo Tetapkan Peringkat SSMM

Agus Haryanto
2 March 2020 | 10:01
rubrik: Ekonomi
Dicari, Investor Hilir Industri Elektronik

Ilustrasi Investasi untuk pertumbuhan bisnis. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Lembaga pemeringkat efek, PT Pefindo menegaskan peringkat “idCCC” untuk PT Sumberdaya Sewatama (SSMM) dan Obligasi I Tahun 2012, dan peringkat “idCCC(sy)” untuk Sukuk Ijarah I Tahun 2012.

Dalam laman pefindo.com, analis Martin Pandiangan, di Jakarta, Sabtu (29/02) menyatakan bahwa peringkat perusahaan tetap ditempatkan pada “Credit Watch dengan Implikasi Negatif” untuk mencerminkan perhatian kami terhadap kapasitas keuangan SSMM untuk membayar angsuran pokok pinjaman dan bunga per kuartal dalam jangka pendek.

Dengan kas senilai Rp 142,8 miliar per akhir Januari 2020, ekspektasi arus kas operasi dalam beberapa kuartal mendatang kurang dari Rp 100,0 miliar, dan tingkat utilisasi mesin di bawah 30%, kapasitas SSMM untuk membayar angsuran pokok pinjaman restrukturisasi, bunga, dan utang usaha dalam jangka pendek adalah terbatas.

Sebagai tambahan, SSMM wajib memenuhi pembatasan keuangan untuk mempertahankan rasio utang terhadap EBITDA senilai maksimum 5,0x dan rasio EBITDA terhadap beban keuangan bersih minimal 2,0x per 30 Juni 2020, yang kecil kemungkinannya dapat dicapai.

Manajemen sedang dalam proses berdiskusi dengan para kreditur terkait restrukturisasi utang yang berpotensi memerlukan waktu negosiasi yang lebih lama dari yang diharapkan.

Peringkat obligasi dan sukuk dapat diturunkan menjadi “idD” jika terdapat gagal bayar bunga dan/atau pokok pinjaman pada saat jatuh tempo, sedangkan peringkat perusahaan dapat diturunkan menjadi “idSD” bila gagal membayar sebagian kewajiban keuangannya, namun masih membayar salah satu atau beberapa utang lainnya.

“Kami dapat menarik status Credit Watch, jika manajemen mampu menyelesaikan restrukturisasi utang, mendapatkan waiver dari kreditur atas pelanggaran pembatasan keuangan, dan meningkatkan kinerja bisnis perusahaan secara konsisten. Obligor dengan idCCC saat ini rentan, dan tergantung pada kondisi bisnis dan keuangan yang menguntungkan untuk memenuhi komitmen keuangannya.

BACA JUGA:   Sriwijaya Air Buka Rute Baru ke Makasar

Akhiran (sy) memiliki makna peringkat mempersyaratkan pemenuhan prinsip Syariah. Peringkat Perusahaan mencerminkan ketergantungan yang tinggi terhadap satu pembeli, pertumbuhan yang tidak pasti untuk segmen sewa tenaga listrik temporer, serta profil keuangan dan likuiditas yang sangat lemah. Namun, peringkat tersebut diimbangi oleh permintaan listrik domestik yang berkembangdan sinergi bisnis dengan grup.

Ilustrasi: Istimewa

Previous Post

Pasar Ambil Posisi Beli

Next Post

Pemerintah Dorong Pasokan Tenaga Listrik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR