Jakarta, TopBusiness – Direktur Utama PT Industri Kereta Api (INKA) Persero Budi Noviantoro optimistis bisa mengirim 64 unit gerbong kereta api yang merupakan sisa pesanan Pemerintah Banglades sebanyak 200 unit. Saat ini, 64 unit gerbong kereta tersebut masih dalam proses pengerjaan.
“Mudah-mudahan Juli ini sudah selesai dan bisa dikirim semua. Kita berharap kalau ada tender lagi, kita ikut lagi,” kata Novi, sapaan akrab Budi Noviantoro kepada media di sela menerima kunjungan Menteri Perkeretaapian Bangladesh Nurul Islam Sujan ke pabrik INKA di Madiun, Minggu (1/3/2020).
Menurut Budi, PT INKA telah masuk ke pasar Bangladesh sejak tahun 2005. Khusus kerja sama di bidang perkeretaapian, PT INKA telah memproduksi pesanan sebanyak 450 unit gerbong, dengan nilai pengadaan mencapai sekitar 181,6 juta dolar AS.
Pada tahap pertama, Bangladesh memesan 50 kereta penumpang. Kemudian 150 kereta lagi dan saat ini PT INKA masih menyelesaikan pesanan 250 kereta.
Dari jumlah pesanan 250 kereta itu, sebanyak 50 unit di antaranya kereta tipe “Broad Gauge” (BG) dan 200 unit kereta tipe “Meter Gauge” (MG). Dari 200 kereta itu, sebanyak 136 unit telah dikirim dan sisanya sebanyak 64 unit dikirim Juli 2020.
Menteri Perkertaapian Bangladesh mengunjungi di Kota Madiun, Jawa Timur guna meninjau proses pembuatan kereta api pesanan negara tersebut. Kunjungan Menteri Perkeretaapian Bangladesh tersebut juga untuk menindaklanjuti kerja sama dengan PT INKA yang selama ini telah terjalin baik.
“Kunjungannya dalam rangka ingin melihat secara langsung kapasitas dan fasilitas produksi kereta api di PT INKA (Persero). Terutama pembuatan KA pesanannya,” ujar Budi Noviantoro.
Selain melihat pembuatan kereta di “workshop” PT INKA, dalam kunjungan tersebut, Nurul Islam Sujan bersama rombongan juga membicarakan potensi kerja sama bidang perkeretaapian untuk tahap selanjutnya.
Hal itu guna menjawab potensi besar seiring dengan pengembangan dan perluasan jaringan kereta api di seluruh 64 distrik yang ada di Bangladesh serta modernisasi sistem perkeretaapian yang terintegrasi di negara tersebut. Dengan demikian, Bangladesh masih akan membutuhkan kereta api lebih banyak lagi.
Atas peluang tersebut, PT INKA (Persero) menargetkan siap kembali menjalin kerja sama dengan Bangladesh untuk tahun-tahun berikutnya.
