Jakarta, TopBusiness—IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) hari ini diperkirakan akan rawan terkoreksi. Hal ini seiring pergerakan bursa global dan adanya potensi aksi profit taking, setelah kemarin IHSG naik +2,94%.
Hal itu dipaparkan dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia, yang dipublikasikan pada pagi ini.
Riset itu pun memaparkan bahwa bursa saham AS pada perdagangan semalam ditutup melemah tajam. Dow Jones turun -2,94%; S&P500 -2,81%; dan Nasdaq melemah -2,99%.
Sentimen negatif datang setelah Bank Sentral AS menurunkan suku bunga sebesar -50 bps menjadi 1,00%-1,25% dua minggu sebelum rapat FOMC dilaksanakan. Penurunan suku bunga secara darurat ini terakhir kali dilakukan ketika adanya krisis ekonomi pada 2008 silam.
Pemangkasan suku bunga tersebut dilakukan sebagai reaksi cepat meredakan dampak dari wabah virus corona yang akan membuat pelemahan ekonomi global. Hingga saat ini sudah ada lebih dari 90.000 kasus manusia terjangkit virus corona, dan terdapat 3.000 orang meninggal akibat virus tersebut.
Pewarta Foto: Rendy MR/TopBusiness
