Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Rabu (4/03) terdongkrak 131,51 poin, atau setara dengan 2,38 persen ke posisi 5.650,136. Penyebabnya, pelaku pasar sangat mendukung dengan keputusan bank sentral Amerika guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Pelaku pasar sangat mengapresiasi dengan langkah strategis Bank Sentral Amerika (The Federal Reserve/The Fed) guna memacu pertumbuhan ekonomi Amerika di saat kondisi potensi perlambatan dunia, menyusul penyebaran virus corona yang menakutkan.
Pergerakan indeks komposit Jakarta ini berbeda dengan kondisi bursa kawasan Asia yang bergerak variatif. Contoh, indeks hang seng di Bursa Saham Hong Kong melemah 62,75 poin (0,24 persen) menjadi 26.222,07, sebaliknya indeks komposit Filipina di Bursa Saham Filipina terangkat 76,72 poin (1,13 persen) menjadi 6.867,26.
Perdagangan di pasar reguler berlangsung normal dengan frekuensi mencapai 6.160.751.199 unit saham, dengan frekuensi 550.587 kali senilai Rp 6,914 triliun. Beberapa saham mengalami peningkatan harga, seperti, PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) Rp 200 menjadi Rp 3.400 per unit, diikuti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp 275 menjadi Rp 7.475, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 55 menjadi Rp 1.020.
Fotographer: Rendy MR
