
Jakarta, businessnews.id — Hasil survei 2014 Citi Fin dari Citigroup Asia Pasifik menunjukkan, Indonesia menduduki urutan teratas dari sisi pengetahuan keuangan. Survei itu menyebutkan, Indonesia memiliki skor 62,4; Singapura 59,9; Australia 55,6 ; Taiwan 52,1.
Kepala Divisi Wealth Management Citibank Indonesia, Ivan Jaya, menjelaskan hal tersebut di Jakarta hari ini (15/1/2015).
Hasil di atas menunjukkan kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam melakukan literasi keuangan telah menunjukkan hasilnya. “Jadi, memang tugas pokok OJK telah dijalankan dengan baik,” dia berkata.
Ia menjelaskan, survet FinQ atau financial qoutionent merupakan program yang digunakan Citigoup untuk menunjukkan kemampuan seseorang dalam memahami pentingnya perencanaan keuangan, dan pengimplementasian tata kelola keuangan yang baik.
Meningkatnya pengetahuan masyarakat Indonesia itu terlihat dari 2/3 responden survei yang menyebutkan, jika setiap penghasilan akan segera ditempatkan pada instrumen investasi yakni tabungan.
Sayangnya penempatan investasi saat ini masih didominasi oleh penempatan dana investasi pada tabungan tunai, hal ini disebabkan produk ini mudah diakses. ‘Dengan menyebarnya ATM akan memudahkan masyarakat untuk menarik dananya kembali,” terang dia.
Sedangkan responden survei berumur minimal 18 tahun dan telah memiliki rekening bank atau kartu kredit. Dengan komposisi 48% laki-laki dan 52% perempuan.
Responden terbagi menjadi tiga kategori. Pertama, 35% berpendapatan lebih dari Rp 70 juta pertahun.
Kedua, berpendapatan Rp 70 juta hingga Rp 119,9 juta per tahun sebanyak 35%.
“Dan ketiga, sebanyak 30% berpendapatan lebih dari Rp 120 juta per tahun,” dia berkata.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Ed: Dhi