Jakarta, TopBusiness – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) per hari ini, Kamis, 12 Maret 2020 melakukan pembekukan sementara perdagangan (trading halt) karena laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terjun bebas mencapai 5,01% ke posisi 4.895,74 dari posisi pembukaan 5.032,88.
Pada pembekuan ini terjadi di sistem perdagangan di BEI pada pukul 15.33 waktu JATS. Sistem perdagangan sendiri dipicu penurunan IHSG yang mencapai 5,01% tadi.
“Hal ini dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di BEI dalam Kondisi Darurat,” terang Direktur Utama BEI, Inarno Djayadi dalam keterangan resmi yang diterima media, di Jakarta, Kamis (12/3/2020).
Selanjutnya, usai pembekuan tersebut perdagangan pun dilanjutkan pada sesi post trading pada pukul 16.05 – 16.15 waktu JATS.
Seperti diketahui, hari ini IHSG dibuka di posisi 5.032,88. Saat perdagangan ditutup di sesi I, masih melemah ke level 5.013,43. Dan kemudian, karena sudah hampir jam penutupan, maka perdagangan langsung ditutup di angka 4.895,74 atau melorot 5,01%.
Tercatat 39 saham menguat, 398 saham melemah, dan 80 saham stagnan hingga trading halt pada pukul 15.35 WIB. Transaksi perdagangan mencapai Rp5,21 triliun dari 5,02 miliar lembar saham yang diperdagangkan.
Sementara itu, indeks LQ45 juga turun 50,13 poin atau 6,1% menjadi 769,64, indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 29,34 poin atau 5,4% ke 512,96, indeks IDX30 turun 26,62 poin atau 5,9% ke 423,28 dan indeks MNC36 turun 15,86 poin atau 5.5% ke level 272,87.
Sementara itu, saham-saham yang masuk top gainers yaitu saham Trimitra Propertindo Tbk (LAND) naik Rp70 atau 20% ke Rp420, saham PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) naik Rp68 atau 15,74% ke Rp500 dan saham PT Sierad Produce Tbk (SIPD) naik Rp80 atau 8,84% ke Rp985.
Adapun saham-saham yang masuk top losers antara lain, saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) anjlok Rp255 atau 18,21% ke Rp1.145, saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) merosot Rp125 atau 16,23% ke Rp645, dan saham PT Adaro Energy Tbk tegerus Rp135 atau 13,99% ke Rp830.
