
Jakarta, businessnews.id — Bank Indonesia (BI) memerkirakan, angka asumsi pertumbuhan ekonomi di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2015 (RAPBN-P 2015), di 5,6%. Itu dengan konsumsi rumah tangga sebagai kontributor terbesar.
Hal tersebut seperti dikatakan Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo, di Gedung DPR RI, Jakarta, hari ini.
“Dari BI, pertumbuhan ekonomi kita 5,4% sampai 5,8%. Titik tengahnya 5,6%,” kata dia.
Menurut Perry, BI memastikan bahwa pendorong utama pertumbuhan ekonomi 2015 adalah komponen konsumsi rumah tangga. “BI confidence bahwa tahun ini lebih positif, lebih baik dari 2014. Pertumbuhan akan lebih tinggi,” katanya.
Selain konsumsi rumah tangga, menurut Perry, komponen konsumsi pemerintah maupun investasi akan memberikan kontribusi yang lebih besar dibanding 2014.
Dia menjelaskan, pada 2014 pertumbuhan konsumsi pemerintah tidak lebih dari 1% persen, sedangkan pada tahun ini diperkirakan bisa berkisar 5% sampai 6%. “Belanja modal pemerintah juga akan mendorong investasi pemerintah,” ucap Perry.
Sehingga, lanjut dia, peningkatan realisasi belanja modal pemerintah itu juga akan menjadi multiplier effect bagi kenaikan investasi swasta.
“Hal itulah yang meyakinkan kami bahwa BI confidence pertumbuhan ekonomi akan lebih tinggi dari 2014,” paparnya.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Ed: Dhi