
Jakarta, businessnews.id — Menteri Keuangan RI Bambang Brodjonegro menyatakan, Pemerintah Indonesia memerkirakan asumsi laju pertumbuhan ekonomi (LPE) tahun 2015 sebesar 5,8%. Hal itu tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2015 (RAPBN-P 2015).
“Untuk mencapai itu, perlu upaya keras,” kata dia di Jakarta (22/1/2015).
Menurutnya Menteri Bambang, pertumbuhan itu bisa dicapai jika Pemerintah Indonesia melakukan usahanya maksimal atau ada extra effort.
“Kalau melihat pertumbuhan ekonomi 2015 hanya dilihat dari sisi base line dan hanya 5,3%, itu tanpa extra effort. Sehingga [dengan extra effort itu] ada tambahan 0,5%.”
Sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ekspor tidak lagi menjadi mesin pendorong utama laju pertumbuhan ekonomi. Hal itu karena harga komoditi terus turun, dan negara tujuan ekspor masih mengalami perlambatan ekonomi.
“Konsumsi rumah tangga juga tidak bisa diharapkan sebab akan stabil tahun ini,” tambah dia.
Sehingga, pertumbuhan ekonomi tahun 2015 yang diharapkan sebesar 5,8% tadi didorong oleh investasi. Yakni, investasi Pemerintah Indonesia dengan melakukan tambahan belanja infratruktur. Dan disertai penyerapan yang maksimal.
“Sehingga memberi dampak pada pertumbuhan,“ terang dia.
Di sisi lain, investasi swasta baik itu swasta nasional maupun swasta asing, perlu disertai penjagaan iklim investasi.
Hal ini sudah ditekankan berkali-kali oleh Presiden RI Joko Widodo bahwa yang akan dibenahi tahun 2015 adalah masalah perijinan, kata Menteri Bambang lagi.
Sementara, pihak Bank Indonesia melalui gubernurnya, Agus Martowardojo, menyatakan bahwa asumsi pertumbuhan ekonomi dalam RABPN –P 2015 berada pada kisaran 5,4% hingga 5,8%.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Ed: Dhi