TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Corona Gerogoti Rupiah ke Level Rp15.287 per USD

Busthomi
19 March 2020 | 09:00
rubrik: Finance
Ikuti Tren Regional, Rupiah Tersungkur atas Dolar AS

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksi masih akan terus melanjutkan pelemahannya. Hal ini karena mata uang NKRI itu masih terpukul sentiment negatif virus corona (covid-19).

Mengutip Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka di posisi Rp15.287/USD atau anjlok 65,5 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp15.222,5. Dan terlihat mata uang Merah Putih itu kian terpukul dalam 30 menit pertama ke tangga Rp15.315 atau merosot 92,5 poin alias 0,61%.

Menurut Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi kondisi anjloknya mata uang Indonesia ini lantaran dipicu oleh kekhawatiran penyebaran virus corona di dalam negeri.

“Sehingga masalah itu berpotensi adanya pelemahan pertumbuhan ekonomi global. Termasuk juga pelaksanaan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang relatif lemah implementasinya,” tutur dia di Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Bahkan, kata dia, akibat penyebaran virus corona ini lembaga pemeringkat global seperti Standard & Poor’s (S&P) memproyeksi corona (covid-19) bakal mengganggu aktivitas ekonomi jauh lebih drastis dari perkiraan sebelumnya.

“Buruknya aktivitas ekonomi akibat corona ini juga akan dirasakan Amerika Serikat dan Eropa. Tak hanya Indonesia,” Ibrahim menerangkan.

Di domestik, dia melanjutkan, kinerja pelaksanaan APBN 2020 terus melambat. Per akhir Februari 2020 saja, penerimaan negara hanya sebesar Rp216,2 triliun atau cuma 9,7% dari target,” katanya.

Pencapaian ini turun 0,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, APBN sudah membukukan defisit Rp 62,8 triliun pada akhir Februari. Besaran itu setara dengan 0,37% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Sebelumnya, S&P Global juga mengeluarkan catatan yang mengatakan AS sedang dalam proses memasuki resesi, atau sudah memasuki resesi. Hal ini dibuktikan berdasarkan PDB di AS turun 1% pada kuartal pertama, dan sebesar 6% pada kuartal kedua.

BACA JUGA:   BMRI Targetkan Rasio Pendanaan Bukan Simpanan Delapan Persen Tahun 2019

“Dengan kondisi rupiah yang seperti itu, laju Rupiah pada perdagangan hari ini diproyeksi akan melemah ke level Rp15.190 hingga Rp15.320,” prediksi Ibrahim.

Tags: coronakursrupiah
Previous Post

Hutama Karya Edukasi Penyebaran Covid-19

Next Post

Tiga Ruas Tol Siap Diresmikan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR