Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksi ikut melanjutkan penguatan, namun begitu tetap terbatas. Pada akhir pekan lalu, IHSG secara luar biasa ditutup menguat signifikan sebesar 2.18% ke level 4194.94.
Menurut analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama, pada perdagangan hari diproyeksi sudah masuk area jenuh jual. “Secara teknikal, berdasarkan indikator, MACD memang masih negatif. Meskipun demikian, Stochastic dan RSI sudah menunjukkan oversold atau jenuh jual,” tutur dia di Jakarta, Senin (23/3/2020).
Dengan kondisi tersebut, diperkirakan support IHSG pertama maupun kedua memiliki range pada level 3930.93 hingga 3837.74. Sementara itu, untuk resistance Indeks pertama maupun kedua memiliki range pada tangga 4330.67 hingga 4408.80.
“Apalagi di sisi lain, juga masih terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG, sehingga berpeluang menuju ke area resistance,” tandas dia.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.
– ADRO, dengan tingkat harga daily (745). RoE: 10.15%; PER: 4.24x; EPS: 175.58; PBV: 0.43x; Beta: 1.83. Terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. Masuk “Akumulasi Beli” pada level 610-750, dengan target harga secara bertahap di level 815, 900, 960 dan 1210. Dengan support: 585 & 392.
– BBRI, dengan tingkat harga daily (2810). RoE: 16.46%; PER: 9.98x; EPS: 281.51; PBV: 1.64x; Beta: 1.38). Adapun indikator RSI telah menunjukkan jenuh jual atau oversold sehingga peluang pembentukkan fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar. Masuk kategori “Akumulasi Beli” pada area level 2730-2810, dengan target harga secara bertahap di level 2870, 3070, 3230, 3340 dan 3810. Dengan upport: 2720 & 2640.
– BMRI, dengan tingkat harga daily (4460). RoE: 13.15%; PER: 7.50x; EPS: 594.85; PBV: 0.99x; Beta: 1.36. Adapun indikator RSI menunjukkan jenuh jual atau oversold, sehingga peluang pembentukkan fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar. Masuk kategori “Akumulasi Beli” pada area level 4400-4470, dengan target harga secara bertahap di level 4880, 5175, 5375, and 6275. Dengan support: 4080 & 3820.
– BSDE, dengan tingkat harga daily (675). RoE: 9.21%; PER: 4.21x; EPS: 160.44; PBV: 0.39x; Beta: 1.36. Adapun indikator RSI menunjukkan jenuh jual atau oversold sehingga peluang pembentukkan fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar. Juga “Akumulasi Beli” pada area level 650-680, dengan target harga secara bertahap di level 760, 835, 890 dan 1120. Dengan support: 550 & 484.
– CPIN, dengan tingkat harga daily (4210). RoE: 16.55%; PER: 20.19x; EPS: 208.52; PBV: 3.34x; Beta: 1.32. Terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. Masuk “Akumulasi Beli” pada area level 6300-6500, dengan target harga secara bertahap di level 4340, 4580, 4770, 4910 dan 5500. Support: 3880 & 3740.
– HMSP, dengan tingkat harga daily (1345). RoE: 39.44%; PER: 11.50; EPS: 116.95; PBV: 4.54x; Beta: 1.18. Terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. Layak “Akumulasi Beli” pada area 1085-1345, dengan target harga di level 1620, 1990, 2250 dan 3350. Support: 630.
