Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG pada perdagangan Senin (23/03) di Bursa Efek Indonesia kembali mengalami tekanan. Indeks komposit Jakarta ini terkoreksi 167,74 poin, atau setara dengan 4 persen ke posisi 4.027,2. Pasalnya, pelaku pasar mengikuti arah gerak bursa saham Wall Street, New York, yang masih khawatirkan perkembangan virus corona.
Pelaku pasar saham domestik mengikuti arah sentimen negatif penutupan bursa saham Wall Street, New York. Selanjutnya, masih mengkhawatirkan perkembangan dan penyebaran virus Covid-19, dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.
Indeks dowjones industrial average pada penutupan perdagangan Jumat (20/03) waktu setempat terjungkal 913,21 poin atau 4,55 persen ke posisi 19.173,98, dan nasdaq 271,06 poin atau 3,79 persen, menjadi 6.879,52.
Sebaliknya bursa saham regional bergerak variatif. Contoh, Nikkei-225 menguat 174,5 poin (1,05 persen) ke 16.727,3 di Bursa Efek Tokyo, sebaliknya hang seng di Bursa Saham Hong Kong kehilangan 853,9 poin (3,74 persen) ke 21.951,2, dan straits times di Bursa Saham Singapura melemah 171,27 poin (7,1 persen) ke posisi 2.239,47.
Foto : Rendy MR
