TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Hadang Resesi, IMF Sambut Positif Bank Sentral

Nurdian Akhmad
24 March 2020 | 14:56
rubrik: Ekonomi
Hadang Resesi, IMF Sambut Positif  Bank Sentral

Jakarta, TopBusiness – Akibat pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19, Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memprediksi perekonomian global bakal lebih buruk pada tahun 2020. Bahkan menurut IMF, perekonomian global bakal alami kemunduran alias resesi.

Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva menyambut kebijakan fiskal luar biasa yang dikeluarkan. “Banyak negara membutuhkan untuk meningkatkan sistem kesehatan dan melindungi perusahaan serta pekerja yang terkena dampak, juga langkah-langkah yang diambil oleh bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter. Bahkan lebih banyak akan dibutuhkan, terutama di bidang fiskal,” kata Kristalina Georgieva seperti dilansir Reuters, Selasa (24/3/2020).

Kristalina Georgieva mengeluarkan pandangan baru setelah panggilan konferensi para menteri keuangan dan bank sentral dari Kelompok 20 dari ekonomi terbesar dunia (G20), yang katanya setuju tentang perlunya solidaritas di seluruh dunia.

“Biaya manusia dari pandemi Coronavirus Disease sudah beragam dan semua negara perlu bekerja sama untuk melindungi orang dan membatasi kerusakan ekonomi,” kata Kristalina Georgieva.

Ia mengatakan prospek pertumbuhan global negatif dan IMF sekarang memperkirakan resesi setidaknya sama buruknya dengan krisis keuangan global.

Awal bulan ini, Kristalina Georgieva telah memperingatkan bahwa pertumbuhan dunia 2020 akan berada di bawah angka 2,9 persen yang terlihat pada 2019. Perang perdagangan mendorong pertumbuhan global tahun lalu ke tingkat terendah sejak kontraksi 0,7 persen pada 2009.

Pada hari Senin, Kristalina Georgieva mengatakan pemulihan diharapkan pada tahun 2021, namun untuk mencapainya, negara-negara perlu memprioritaskan penahanan dan memperkuat sistem kesehatan dalam negeri.

“Dampak ekonomi akan parah, tetapi semakin cepat virus berhenti, semakin cepat dan kuat pemulihannya,” katanya.

Kristalina Georgieva mengatakan IMF akan secara besar-besaran meningkatkan keuangan darurat dengan mencatat bahwa 80 negara telah meminta bantuan. Dan, IMF siap untuk mengerahkan seluruh dana pinjaman sebesar US$ 1 triliun.

BACA JUGA:   Menkeu dan Gubernur Bank Sentral se-Asean Bertemu di Jakarta
Tags: Bank SentralIMF
Previous Post

Penyelidikan Dugaan Dumping Lysine Impor Dimulai

Next Post

BCA Donasi Tangani Covid-19

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR