Jaga Likuiditas, BI Suntik Pasar Rp300 T

Penulis Tomy Asyari

Jakarta, TopBusiness – Bank Indonesia (BI) telah mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran virus corona atau COVID-19. Untuk itu, BI pun telah menempuh langkah-langkah dari aspek kemanusiaan dan ekonomi untuk mengatasi dampak kepada masyarakat, UMKM, dan dunia usaha itu.

Salah satu langkah yang bank sentral lakukan adalah untuk menjaga likuiditas di sektor keuangan. Karena untuk menjaga kondisi likuiditas tersebut, sebanyak Rp300 triliun telah disebar BI ke pasar keuangan. Hal ini telah dilakukan hingga minggu ketiga Maret 2020 ini.

“BI pun telah menginjeksi likuiditas sebesar hampir Rp300 triliun. Angka terebut adalah  year to date (ytd), sejak awal tahun hingga hari ini [Selasa/24/3/2020],” tutur Gubernur BI, Perry Warjiyo saat konferensi pers virtual di Jakarta, ditulis Kamis (26/3/2020).

Bi juga menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah secara periodik. Menurut Perry, perkembangan nilai tukar itu cukup stabil. Sedang untuk aliran modal asing, secara total outflow aliran modal asing mencapai Rp125,2 triliun (ytd).

“Dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah, BI juga telah melakukan kebijakan triple intervention dimana pembelian SBN di pasar sekunder mencapai Rp168,2 triliun (ytd),” terangnya.

Sementara terkait laju inflasi, kata Perry, berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu ketiga tersebut, inflasi Maret 2020 secara tahun kalender sebesar 0,78% (ytd), dan secara tahunan sebesar 2,98% (yoy).

Untuk itu, BI akan terus berkoordinasi dalam melakukan langkah tersebut bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). BI juga terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

“Serta juga langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, dan menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,” tegas Perry.

BACA JUGA

Tinggalkan komentar