Jakarta, TopBusiness – PD BPR BKK Kebumen memiliki strategi bisnis guna memacu pertumbuhan kinerja. Hal tersebut tercermin dari rasio dan kinerja keuangan perusahaan sepanjang dua tahun ke belakang.
Dalam sesi presentasi dan pendalaman dalam event penjurian TOP BUMD Awards 2020, yang berlangsung melalui aplikasi zoom, Direktur utama BPR BKK Kebumen, Sutrisno, menyatakan kunci sukses keberhasilan kinerja bisnis.
Pertama, mempertahankan kepercayaan masyarakat dengan meningkatkan pelayanan yang prima,
Kedua, meningkatkan hubungan dan kerjasama dengan dinas atau instansi serta pemuka masyarakat,
Ketiga, kerja keras setiap pegawai untuk sama-sama menjadi tenaga pemasar tabungan dan deposito,
Keempat, memperluas jangkauan penghimpunan dana melalui kunjungan langsung ke sekolah-sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Kebumen dalam rangka mempromosikan produk tabungan dan deposito berjangka.
“Untuk manajemen, yang pertama kita lakukan adalah pembinaan kepada semua pimpinan cabang atau melakukan rapat koordinasi setiap bulan dan bagi kantor cabang yang belum mencapai target diusahakan peningkatannya” ungkap Sutrisno, Kamis (26/03).
Selanjutnya yang tak kalah penting adalah terus-menerus melakukan pembinaan secara intensif terhadap seluruh sumber daya manusia.
“Kedua, kita lakukan pembinaan kepada pegawai setiap tiga bulan sekali. Evaluasi kinerja setiap tiga bulan dan bagi kantor cabang yang menghasilkan capaian kinerja yang baik diberikan penghargaan. Setiap hari kita lakukan monitor kinerja melalui sosial media, atau wadi kantor cabang masing-masing. Pimpinan melaporkan pertumbuhannya setiap hari,” paparnya.
Atas upaya tersebut, akhirnya perusahaan mampu meningkatkan nilai kinerja di laporan keuangannya. “Strategi manajemen dilihat dari hasil kinerja yang kita sampaikan dengan rasio keuangan dan pertumbuhan kinerja dari 2018-2019,” ucap dia.
Laporan kinerja keuangan perusahaan memperlihat bahwa aset naik menjadi Rp 493,967 miliar di akhir 2019 dari tahun sebelumnya sebesar Rp 493,967 miliar. Kredit yang diberikan naik dari Rp 268,162 miliar di 2018 menjadi Rp 327,593 miliar (2019), dan laba setelah pajak Rp 327,593 miliar (2018) menjadi Rp 327,593 miliar (2019).
Sementara itu, rasio keuangan pun masih terjaga. Misal, CAR sebesar 17,12 persen di 2018 menjadi 16,07 pada 2019, dan KAP dari sebelumnya 5,51 persen (2018) menjadi 4,30 persen (2019), serta LDR 60,84 persen (2018) menjadi 66,85 (2019).
