Jakarta, TopBusiness—Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, diperkirakan berlanjut pada hari ini. Hal itu disebabkan intervensi Bank Indonesia (BI) di pasar spot, obligasi, dan DNDF (non-deliberable forward).
Hal tersebut dijelaskan dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia, yang dilansir pada pagi ini.
Riset itu menjelaskan bahwa, kemarin, IHSG ditutup naik tajam pada perdagangan kemarin, atau naik +10.18% ke level 4,338.9. Itu dengan net buy asing sebesar Rp 662.1 miliar.
Selain intervensi BI, Quantitative easing yang dijalankan Bank Sentral AS berpengaruh terhadap kenaikan pasar saham Indonesia.
Dijelaskan pula, rilis data ekonomi AS pada Kamis (26/03/2020) menunjukkan peningkatan tajam pada jobless claims AS ke level 3.3 juta orang yang berada jauh dari perkiraan konsensus pasar. Data tersebut menjadi sinyal awal akan dampak ekonomi yang disebabkan pandemi Covid-19 terhadap tingkat ketenagakerjaan AS.
Sebelumnya, Pemerintah AS telah menyetujui paket stimulus senilai USD 2 triliun yang termasuk diantaranya USD 250 miliar bantuan langsung terhadap individu dan keluarga, serta USD 200 miliar manfaat asuransi untuk pengangguran.
Perdagangan pasar saham AS kembali ditutup positif untuk tiga kali berturut-turut menyusul pengumuman stimulus fiskal dan moneter yang diberikan Pemerintah AS dan the Fed. Tercatat, S&P 500 naik +6.24%, Dow Jones naik +6.38%, dan Nasdaq naik +5.60%. Sementara itu 10Y US Treasury masih bergerak sideways di level 0.848%.
Foto: Rendy MR/TopBusiness
