Kinerja PDAM Tirta Merapi Didukung Sumber Mata Air

Penulis Albarsyah

Jakarta, TopBusiness – Keberadaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Merapi di Kabupaten Klaten, Jawa-Tengah akan tumbuh dan berkembang guna melakukan pelayanan atas ketersedian air bersih dan sehat bagi seluruh masyarakat sebab ditunjang potensi banyaknya titik sumber mata air.

Selanjutnya, perusahaan akan terus meningkatkan kinerja operasional tenaga kerja melalui pemanfaatkan teknologi informasi.

Hingga saat ini, PDAM baru memberi layanan kepada seluruh masyarakat mencapai 23,83% saja dengan pelanggan aktif sebanyak 44.889 sambungan rumah (SR).

Dalam sebuah penjurian TOP BUMD Awards 2020 yang diselenggarakan majalah Top Business melalui online zoom, di Jakarta, Kamis, Direktur Utama PDAM Tirta Merapi, Irawan Margono, menyatakan bahwa saat ini  pihaknya mengelola 2 mata air dan 28 sumur dalam, dan sumber mata air lainnya dikelola langsung oleh Bumdes. “Jika kami ingin meningkatkan jumlah pelanggan, kami harus membeli sumber air dari Bumdes. Sementara itu jika harga air dari Bumdes tidak melampaui harga jual PDAM tidak ada permasalahan,” tegas Irawan.

Irawan menjelaskan, pihaknya akan meningkatkan layanan kepada masyarakat dengan berbasiskan kinerja  atau Human Capital (HC) serta akan menerapkan operasional berbasiskan Information Computer Teknologi (ICT).

Dijelaskan Irawan, kinerja PDAM cukup baik dalam penilaian BPPSPAM. “Kami sebagai PDAM dengan kriteria kecil tapi dengan tata kelola apik mendapatkan peringkat PDAM yang sangat sehat,” katanya.

Hal tersebut tercermin dari laporan keuangan dengan ROE 2018 mencapai 8,28%, dan2019 7,64%, rasio operasi 2018 0,87 persen dan 2019 (0,87), Cash Ratio 2018 (177,84%), 2019 (71,33%).

Kemudian, efektifitas penagihan 2018 (96,28%), 2019 (98,22%), solvabilitas 2018 (688,32%), 2019 (1.164,96%). “Di tahun 2018 index kami 3,950 dengan kriteria sehat dan tahun 2019 index 4,055 dengan kriteria sehat”, tegas Irawan.

Dia menambahkan. “Kami juga perusahaan daerah yang memberikan konstribusi besar atas penyetoran penghasilan kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2015 sebesar Rp 2.912.881.000, 2016 Rp 2.709.518.000, 2017 Rp 2.564.028.000, 2018 Rp 2.443.636.000, 2019 Rp 2.415.026.000. Dan kami juga akan mengembangkan bisnis di luar air pemipaan yaitu akan memproduksi Air Dalam Kemasan (AMDK) dimana Klaten sebagai sumber mata air sangatlah baik untuk menjadi AMDK. Tentunya produk AMDK kami akan menjadi tuan rumah di rumah sendiri”, papar Irawan.

Foto: Istimewa

BACA JUGA

Tinggalkan komentar