Jakarta, TopBusiness β PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) mencatatkan peningkatan asset cukup signifikan sepanjang 2019 lalu. Bank yang masuk kategori Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) II itu tercatat mengantongi asset hingga akhir tahun 2019 lalu sebesar Rp5,11 triliun.
Hal itu seperti tertuang dalam laporan tahunan yang disampaikan perseroan ke PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat (27/3/2020).
Menurut Direktur Bank Oke, Efdinal Alamsyah total asset PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNR) yang sebelumnya bernama PT Bank Dinar Indonesia Tbk untuk periode yang berakhir 31 Desember 2019 tercatat mencapai Rp5,11 triliun.
Angka tersebut berarti melonjak signifikan sekitar 50% dibanding total asset DNR yang disampaikan sebelumnya untuk periode akhir 31 Desember 2018 tercatat sebesar Rp2,53 triliun atau secara year on year (yoy).
βHal ini dikarenakan pada pada bulan Juli 2019 lalu, Bak Dinar melakukan penggabungan usaha dengan PT Bank Oke Indonesia, sehingga namanya menjadi PT Bank Oke Indonesia Tbk. Sementara total asset PT Bank Oke untuk periode yang berakhir 31 Desember 2018 sebesar Rp2,06 triliun,β tutur dia.
Tak hanya asset yang ikut meroket, secara otomatis liabilitas perseroan juga ikut terangkat. Untuk total liabilitas dari Bank Oke Tbk untuk periode tersebut tercatat Rp3,08 triliun dibandingkan dengan total liabilitas PT Bank Dinar Tbk di periode akhir 2018 lalu itu sebesar Rp2,06 triliun.
Hal itu pun terjadi sama karen adanya proses merger tersebut. Sementara untuk liabilitas Bank Oke sebelum dimerger itu sebesar Rp949,77 miliar.
Seperti diketahui, kinerja perseroan sendiri relatif berbeda usai merger ini. Jika dari sisi asset meningkat, namun dari laba bersih perseroan tercatat menurun. Bedasar data laba bersih hingga kuartal III-2019 lalu yang sebesar Rp 5,63 miliar, berarti mengalami penurunan 22,4% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp7,26 miliar.
Padahal pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) bank hasil merger tersebut mencapai Rp163,27 miliar. Ini berarti jauh lebih tinggi dari NII Bank Dinar sebelum proses merger sebelumnya, yakni Rp 62,9 miliar.
Foto: Kontan.co.id
