Jakarta, TopBusiness – Laju nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksi masih akan melanjutkan pelemahannya. Namun begitu, di sesi pagi, mata uang Merah-Putih itu sudah terlihat berotot. Sepetinya rencana pemerintah yang ingin melakukan lockdown untuk meredam penyebaran virus corona (covid-19) direspon positif pasar.
Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp16.330 atau terapresiasi tipis 7,5 poin dari penutupan hari kemarin di tangga Rp16.337,5 per USD. Bahkan 40 menit pertama masih berengger di zona hijau di posisi Rp16.325 per USD atau menguat Rp12,5 poin setara dengan 0,08%.
Menurut analis pasar uang dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Fikri C Permana, pergerakan nilai tukar rupiah itu sejatinya masih diproyeksi melemah pada perdagangan hari ini. Pasalnya, pelemahan rupiah masih mungkin terjadi di saat perilaku para pelaku pasar bakal cenderung melakukan risk averse atau menghindari risiko.
“Sebab masih adanya kekhawatiran dari investor terhadap stimulus yang akan dilakukan pemerintah terkait penanganan wabah covid-19 ini. Ini sepertinya masih akan menjadi pemberat rupiah,” kata Fikri yang juga Kepala Ekonom Pefindo ini di Jakarta, Selasa (31/3/2020).
Namun begitu, kata dia, untungnya kekhawatiran tersebut sudah terlihat mulai bisa diminimalisir dengan adanya kebijakan triple intervention yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI).
Pada perdagangan kemarin, mata uang NKRI tersebut di pasar spot melemah 1,04% ke level Rp16.338 per USD. Padahal pada Jumat (27/3) lalu, laju mata uang Merah Putih itu masih berada di level positif, yakni Rp16.170 per USD.
Dengan kondisi tersebut, Fikri memproyeksi pergerakan rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp16.070 per USD hingga Rp16.670 per USD.
