TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Modalku Mitigasi Risiko Dampak Covid-19

Busthomi
31 March 2020 | 13:46
rubrik: Business Info
Modalku Mitigasi Risiko Dampak Covid-19

Jakarta, TopBusiness – Salah satu perusahaan fintech peer to peer lending (P2P), Modalku terus menerapkan prinsip responsible lending sebagai langkah mitigasi risiko untuk antisipasi dampak dari virus corona atau COVID-19.

Prinsip ini adalah asas operasi Modalku dalam melakukan penilaian terhadap UMKM peminjam dan kemampuan finansial mereka untuk melunasi pinjaman. Modalku juga memiliki tanggung jawab terhadap para pemberi pinjaman yang turut mendukung perkembangan UMKM ini.

Co-Founder & CEO Modalku, Reynold Wijaya, mengatakan, pihaknya telah memantau perkembangan virus COVID-19 sejak Januari 2020. Dinamika perekonomian yang sedang terjadi memengaruhi kondisi bisnis para UMKM di sektor tertentu yang menjadi peminjam di Modalku.

“Strategi pertumbuhan kami saat ini adalah fokus kepada UMKM beserta jaringannya dan berdiskusi untuk menemukan solusi yang terbaik dalam mendukung kelangsungan perkembangan bisnis UMKM di Indonesia,” kata dia di Jakarta, Selasa (31/3/2020).  

Modalku telah menerapkan langkah- langkah untuk memantau dan mengelola risiko pada portofolio dalam beberapa waktu ke depan. Pertama, Modalku akan melakukan proses seleksi yang lebih comprehensif terhadap calon peminjam maupun UMKM yang sudah menjadi peminjam di Modalku.

“Beberapa industri seperti food & beverage, travel, perdagangan lintas negara, dan industri jasa yang bergantung pada tenaga kerja dari negara- negara yang terkena dampak di Asia Tenggara akan mendapat perhatian lebih dari Modalku ketika melakukan penilaian pengajuan pinjaman,” katanya. 

Kedua, Modalku akan bereaksi lebih cepat terhadap perubahan kondisi ekonomi makro dengan menyesuaikan batas jumlah (limit) serta jangka waktu pinjaman (tenor). Angka limit & tenor pinjaman akan disesuaikan dengan jenis pinjaman dan profil bisnis masing-masing UMKM, sehingga untuk penyesuaian ini akan dilakukan kasus per kasus. 

BACA JUGA:   Pluang Resmi Luncurkan Produk Aset Kripto

Ketiga, memaksimalkan kolaborasi dengan platform e-commerce yang sebagian besar penjualnya masuk ke dalam segmen mikro. Di kondisi pentingnya physical distancing saat ini, transaksi bisnis melalui e-commerce bisa berkembang dengan baik karena masyarakat akan cenderung memilih berbelanja secara online, baik itu dalam memenuhi kebutuhan pokok maupun obat-obatan/kesehatan. 

“Secara berkala, kami akan terus mengelola langkah-langkah tersebut dengan hati – hati dan mengembangkan kemampuan manajemen risiko. Modalku juga akan terus berkoordinasi dengan OJK sebagai regulator & AFPI sebagai asosiasi sehingga langkah-langkah yang kami ambil sesuai dengan regulasi dari OJK,” tandas Reynold. 

Modalku menyediakan layanan P2PL ini terus mengucurkan pinjaman ke UMKM yang berpotensi bisa mendapatkan pinjaman modal usaha tanpa agunan hingga Rp 2 miliar. Dan hingga Maret 2020, Grup Modalku telah berhasil menyalurkan pinjaman usaha lebih dari Rp 13 triliun.

Foto: Marketeers.com

Tags: Covid-19fintechmodalkup2p lending
Previous Post

Kemenperin Fokus Produktivitas APD

Next Post

Besok, AirAsia Hentikan Seluruh Penerbangan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR