Jakarta, TopBusiness – Lembaga pemeringkat efek Indonesia, Pefindo menegaskan peringkat “idAAA” terhadap Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2017 Seri B PT Indosat Tbk (ISAT) senilai Rp628,0 miliar dan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2015 Seri C senilai Rp584,0 miliar dengan jatuh tempo masing-masing pada tanggal 31 Mei 2020 dan 4 Juni 2020.
Pefindo, menurut analis Martin Pandiangan dan Niken Indriarsih, juga telah menegaskan peringkat “idAAA(sy)” untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2015 Seri C senilai Rp67,0 miliar yang akan jatuh tempo pada tanggal 4 Juni 2020.
ISAT akan melunasi obligasi dan sukuk tersebut menggunakan fasilitas kredit yang tersedia dan belum ditarik dari beberapa bank dan dana internal. Pada tanggal 31 Desember 2019. Perusahaan memiliki saldo kas senilai Rp5,9 triliun, sementara fasilitas kredit yang belum digunakan pada tanggal 31 Januari 2020 adalah senilai Rp5,4 triliun dari beberapa bank.
Efek utang dengan peringkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh Pefindo. Kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut dibandingkan obligor Indonesia lainnya adalah superior.
Akhiran (sy) memiliki makna peringkat mempersyaratkan pemenuhan prinsip Syariah.
Foto: Istimewa
