TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dampak Covid-19 Gerus 16% GDP Dunia

Busthomi
1 April 2020 | 12:03
rubrik: Ekonomi
Laju Ekonomi RI Kuartal II Melambat

Jakarta, TopBusiness – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut sejauh ini pandemic covid-19 telah menimbulkan tekanan pada perekonomian seluruh negara di dunia dengan dampak mencapai 3% hingga 16% dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP).   

Dan dari kondisi tersebut, kata dia, isu utama yang perlu menjadi perhatian adalah penanganan kesehatan masyarakat, sehingga dukungan dalam penyediaan alat-alat kesehatan, treatment pasien, riset vaksin dan obat, serta pencegahan wabah di masa depan menjadi sangat penting.

“Untuk itu, stabilitas keuangan global menjadi kunci menjaga perekonomian serta kepercayaan masyarakat,” tutur Sri Mulyani dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyampaikan komitmen negara-negara maju dalam G20, di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Selain itu, kata dia, untuk global trade dan cross border trading perlu direlaksasi agar kegiatan perekonomian masyaraat tetap terjaga. “Sementara masalah global social safety net menjadi tantangan yang juga perlu menjadi perhatian seluruh negara anggot G20 itu,” katanya.

Untuk itu, negara-negara G20 itu mendukung komitmen IMF dan Bank Dunia Group untuk memberikan pembiayaan, baik melalui IMF’s SDR allocation, fasilitas swap line, maupun lending capacity lainnya dengan focus alokasi kepada negara-negara yang paling terkena dampak wabah Covid-19 dan paling membutuhkan serta fleksibilitas pembiayaan yang memadai.

Sejauh ini, kata dia, negara-negara di G20 sendir sudah memberikan dukungan fiscal untuk penanganan covid-19 ini untuk mencegah krisis ekonomi. Masing-masing adalah, Australia mencapai A$ 189 miliar (9,7% dari PDB, Kanada $ 138 miliar (6,0% dari PDB), China RMB 1,3 triliun (1,2% darp PDB), Perancis Eur 45 miliar (2% dari PDB), Jerman Eur 156 miliar (4,5% dari PDB), Italia Eur 25 miliar (1,4% dari PDB), Korea Krw 16 triliun (0,8% dari PDB).

BACA JUGA:   Freeport Setujui Divestasi Saham 51%?

Kemudian Malaysia RM 6 miliar (0,4% dari PDB), Arab Saudi $ 18,7 miliar (2,7% dari PDB), Singapura S$ 54,4 miliar (10,9% dari PDB), Spanyol Eur 8,9 miliar (0,7% dari PDB), dan Amerika Serikat US$ 2,1 triliun (10,5% dari PDB). “Angka tersebut yang telah dilakukan dunia guna tak hanya untuk mengatasi krisis covid-19 atau krisis kesehatan tapi juga krisis ekonomi,” pungkas dia.

Tags: Covid-19ekonomi globalsri mulyani
Previous Post

Ini Penjelasan Lengkap Jiwas Raya

Next Post

Turis Asing Turun 28,85% pada Februari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR