Jakarta, TopBusiness – Meski perekonomian dalam negeri saat ini dihajar pandemi virus Corona alias Covid-19, PT Wijaya Karya Bangun Gedung ( WEGE) tetap optimistis dengan target perolehan kontrak sepanjang tahun 2020 ini sebesar Rp27,29 triliun atau naik 56,66 persen dari realisasi tahun lalu Rp17,42 triliun.
“WEGE optimis target perusahaan 2020 dapat tercapai karena perusahaan memiliki pasar yang jelas dan independen dengan dukungan fundamental perusahaan yang sehat,” ujar Nariman Prasetyo, direktur utama WEGE dalam keterangan persnya yang dikutip, Rabu (1/4/2020).
Total kontrak dihadapi tersebut terdiri atas target kontrak baru tahun ini sebesar Rp14,94 triliun dan carry over tahun lalu sebesar Rp12,34 triliun.
“Komposisi perolehan kontrak baru tahun 2020 direncanakan berasal dari pemerintah sekitar 42 persen, BUMN 38 persen dan swasta 20 persen”, ujar
Dari komposisi tersebut menunjukkan WEGE memiliki pasar yang jelas dan independen karena porsi kontrak baru berasal dari eksternal, di luar dari proyek-proyek yang berasal dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) selaku Holding Company.
Sementara itu, untuk penjualan (termasuk penjualan KSO) WEGE menargetkan Rp8,63 triliun dengan target laba bersih Rp558 miliar.
Adapun, belanja modal untuk pengembangan bisnis sepanjang tahun ini dianggarkan sekitar Rp692,4 miliar yang diperuntukkan untuk Fixed Asset, Capital Placement, Acquisition, Concession dan Industry Development. Anggaran Capex tersebut berasal dari kas internal, pinjaman bank dan dana IPO.
Nariman menambahkan, untuk mencapai target tersebut, perusahaan melakukan beberapa strategi seperti selektif market pada pasar premium dan prospektif, ekspansi pasar luar negeri bersinergi dengan holding compang, modularisasi, Design and Build serta Optimalisasi BIM secara menyeluruh.
Angkat Direksi Baru
Sementara itu, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) WEGE yang digelar Selasa (31/3/2020) memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat Dini Yulianti sebagai Komisaris Independen dan mengangkat Ahmad Fadli Kartajaya sebagai Komisaris.
Sedangkan untuk jajaran direksi diputuskan memberhentikan dengan hormat Nur Al Fata kemudian mengangkat Mochamad Yusuf sebagai direksi.
Sesuai dengan persetujuan RUPST, susunan Dewan Komisaris WEGE menjadi:
1. Destiawan Soewardjono sebagai Komisaris Utama
2. Ridwan Abdul Muthalib sebagai Komisaris
3. Yulianto sebagai Komisaris
4. Ahmad Fadli Kartajaya sebagai Komisaris
5. Adji Firmantoro sebagai Komisaris Independen
Sedangkan susunan Direksi WEGE menjadi:
1. Nariman Prasetyo sebagai Direktur Utama
2. Djaka Nugraha sebagai Direktur Teknik dan Pengembangan
3. Rudy Hartono sebagai Direktur Operasi I
4. Mochamad Yusuf sebagai Direktur Operasi II
5. Syailendra Ogan sebagai Direktur Keuangan, HC dan Manajemen Risiko
