Jakarta, TopBusiness – PT Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Kotabumi, Lampung Utara, Lampung itu terus menggenjot pembiayaan di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Meski porsinya relative masih kecil, namun pihaknya terus menyasar debitur baru terutama di pasar-pasar yang selama ini menjadi makanan empuk kalangan rentenir atau lintah darat.
Apalagi hal itu juga menjadi misi perseroan sejak pertama kali didirikan pada 2008 lalu. Tercatat, perseroan mempunyai misi, antara lain, berpartisipasi dalam membangun daerah, memberikan pelayanan dan jasa perbankan dengan menggunakan prinsip-prinsip syariah sesuai dengan perundang-undagan yang berlaku.
“Kami juga mempunyai misi mengajak seluruh masyarakat untuk menghindari praktik-praktik rentenir yang masih marak di Kabupaten Lampung Utara ini. Kami tawarkan pinjaman pembiayaan yang lebih menguntungkan dibanding tawaran dari rentenir,” ujar Direktur BPRS Kotabumi, Rekayani saat acara penjurian Top BUMD Awards 2020 yang digelar Majalah TopBusiness, dalam teleconference di Jakarta, Kamis (2/4/2020).
Sejauh ini, kata dia, perseroan sudah menyalurkan pembiayaan sepanjang tahun 2019 lalu mencapai Rp120,69 miliar. Memang sejauh ini porsi pembiayaan konsumsi dalam bentuk produk ijarah multijasa masih dominan mencapai Rp91,15 miliar atau setara 75,52%. Namun ke depan pihaknya akan terus memacu pembiayaan untuk modal kerja UMKM ke kalangan wilayah atau lembaga yang berpotensi menggunakan jasa bank.
“Untuk pembiayaan yang non konsumsi, kami telah salurkan ke produk murabahah yang investasi sebanyak Rp24,76 miliar atau 20,52% juga ada murabahah yang modal kerja dan mudharabah yang modal kerja masing-masing sebanyak Rp2,56 miliar atau sebanyak 2,12% dan ada yang Rp495 juta. Makanya kami akan terus menggenjot UMKM ini, agar kami bisa layak menjadi bank yang menyalurkan KUR (Kredit Usaha Rakyat) sesuai kriteria OJK (Otoritas Jasa Keuangan),” timpal Komisaris Utama BPRS Kotabumi, Zainal Arifin di tempat yang sama.
Gencar mengucurkan pembiayaan, perseroan juga tak lupa untuk terus mengumpulkan dana pihak ketiga agar rasio perbankan tetap stabil. Tercatat di tahun lalu, BPRS Kotabumi berhasil menghimpun dana masyarakat sebanyak Rp136,01 miliar. Angka ini terdiri dari tabungan sebanyak Rp29,97 miliar dan deposito sebanyak Rp106,04 miliar. Dengan mayoritas debiturnya berasal dari Aparat Sipil Negara (ASN) Kabupaten Lampung Utara, sebagai pemilik saham dari BUMD satu ini.
“Dengan posisi asset perseroan sebanyak Rp192,41 miliar dan laba bersih yang berhasil dikantongi kami sebanyak Rp7,21 miliar. Dan dividen yang bisa kami kembalikan ke pemegang saham Pemkab Lampung Uatra juga cukup besar,” kata Rekayani
Hingga akhir 2019 lalu, rasio keuangan perseroan juga cukup positif. Hal ini terlihat dari posisi rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 22,03%, imbal hasil dari asset (RoE) sebesar 30,60%, lalu rasio pembiayaan terhadap pendanaan (FDR) di 93,41%, rasio macet pembiayaan (NPF) juga relative kecil di angka 2,01%, dengan cash ratio berada di posisi 35,71%, namun posisi Beban Operasioal terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) juga lumayan tinggi di posisi 81,33% .
“Yang pasti untuk menggenjot lending, kami akan konsisten memerangi rentenir dengan secara berkala mengeluarkan program/skema marketing yang menarik untuk nasabah. Namun tetap memperhatikan prinsip syariah. Dengan melakukan sosialisasi kepada Majelis Taklim, KBIH, Forum Masjid, pasar yang ada di pusat kota, serta menggunakan media elektronik seperti radio dan social media,” jelas Rekayani.
Foto: istimewa
