
Jakarta, businessnews.id — Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Victoria Internasional (BVIC) menjalin kerja sama pendampingan Bank Victoria untuk menjadi bank Devisa. Hal itu ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman antara Direktur Treasury dan Financial Institution BNI, Suwoko Singoastro; dan Direktur Treasury Bank Victoria, Gregorius.
Menurut Suwoko, kerja sama ini sebagai bentuk sharing BNI ke Bank Victoria dalam menjalankan bisnis kiriman uang, perdagangan, dan transaksi antarbank.
Sementara, Gregorius menyampaikan bahwa kerja sama ini seiring dengan dengan tujuan pihaknya mendapatkan izin bank devisa.
“Selama ini, banyak nasabah kami yang meminta layanan international banking,“ terang dia.
Suwoko mengatakan, BNI kini memiliki jaringan smart remittence 1.600 outlet BNI, serta agen. Dengan jumlah incoming transfer sepanjang 2014 mencapai 1.963.417 transaksi dan, 373.159 outgoing transaksi.
Sedangkan nominalnya untuk kiriman uang dari Indonesia mencapai USD 42 miliar, dan transaksi sebaliknya USD 40 miliar.
“Pada sisi transaksi trade finance sepanjang 2014, sebesar USD 31.1 miliar atau meningkat 8,9%,” tutup Suwoko.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Ed: Dhi