TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

SDM Jadi Fokus Pembenahan PDAM Kabupaten Gorontalo

Nurdian Akhmad
8 April 2020 | 21:45
rubrik: BUMD
SDM Jadi Fokus Pembenahan PDAM Kabupaten Gorontalo

Tangerang, TopBUsiness – Guna meningkatkan kinerja perusahaan yang dalam beberapa tahun ini masih mencatat kerugian, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Gorontalo ke depan akan lebih memfokuskan pada pembenahan sumber daya manusia (SDM) yang dinilai masih cukup memprihatinkan.

Kondisi itu terjadi karena manajemen BUMD tersebut selama ini tidak memperhatikan masalah peningkatan kualitas SDM yang ada. BUMD tersebut nyaris tidak pernah mengikutkan pegawainya dalam kegiatan-kegiatan pendidikan dan latihan (diklat) terkait pengelolaan air. Rasio diklat pegawai di PDAM ini masih cukup rendah atau sebesar 14,74%. Selain itu, rasio biaya diklat juga masih rendah yaitu sebesar 2,08% dari total biaya.

Hal itu dikatakan Direktur PDAM Kabupaten Gorontalo, Selvian Rivo Hiola dalam sesi Presentasi dan Wawancara Penjurian TOP BUMD Awards 2020 yang dilakukan melalui teleconference oleh Majalah TopBusiness, Rabu (8/4/2020).

“Saya prihatin masalah SDM ini, karena terus terang di PDAM ini hampir semua pegawai belum pernah diikutkan dalam kegiatan-kegiatan pelatihan baik tingkat muda, madya, apalagi utama. Dari level kabag (kepala bagian), kasi (kepala seksi), hampir tidak ada yang ikut pelatihan-pelatihan. Ada satu orang yang pernah ikut pelatihan, tapi dia sudah mau masuk masa pensiun. Itu yang jadi motivasi saya untuk membenahi PDAM ini,” kata Rivo yang baru tiga bulan menjabat sebagai direktur PDAM Kabupaten Gorontalo ini.

Sebab itu, kata Rivo, hal pertama yang di kerjakan setelah dipercaya menjadi direktur di PDAM Kabupaten Gorontalo adalah pembenahan SDM dan membuka wawasan mereka. Saat ini, menurut Rivo, banyak pegawai PDAM Kabupaten Gorontalo dalam bekerja tidak berdasar penilaian kinerja. “Sebab itu, untuk meningkatkan kualitas SDM, setelah Corona ini mereda, saya akan mengirim Kabag maupun Kasi untuk mengikuti pelatihan-pelatihan tentang air minum,” tuturnya.

BACA JUGA:   Ini Target Pertumbuhan Kinerja Keuangan BPR Bank Klaten hingga Akhir 2019

Selain dari sisi kualitas SDM, Rivo juga menilai bahwa jumlah pegawai di PDAM Kabupaten Gorontalo masih belum ideal, karena tingkat rasionya masih tinggi yakni 9 : 1.000 atau 9 pegawai melayani 1.000 pelanggan. Idealnya adalah 6 pegawai melayani 1.000 pelanggan. Untuk menyeimbangkan rasio pegawai dengan pelanggan ini, pihaknya saat ini tidak mau melakukan pemutuhan hubungan kerja (PHK) pegawai.

“Saya tida mau ada PHK, jadi kita coba imbangi saja dengan penambahan sambungan baru. Dan syukurnya  tahun ini ada 6 orang pegawai kita yang masuk masa pensiun, dan tahun depan ada delapan orang yang pensiun,” tuturnya.

Rivo juga menargetkan hingga masa periode jabatannya berakhir, rasio ideal antara pegawai dengan pelanggan bisa tercapai. Saat ini, pegawai tetap di PDAM Kabupaten Gorontalo ada 95 orang. Selain itu ada delapan orang calon pegawai dan 34 orang pegawai honor. Sedangkan jumlah pelanggan PDAM ini sampai akhir 2029 sebanyak 22.957 sambungan rumah (SR).

Masalah lain yang juga mempengaruhi kinerja perusahaan adalah tingkat kehilangan air (NRW) yang masih relatif tinggi atau sebanyak 32,78%. Meskipun dalam tiga tahun terakhir cenderung menurun, tahun 2017 sempat mencapai 42,88%, tapi tingkat kebocoran air di PDAM ini masih tinggi. Di sisi lain, penggantian meter rusak juga masih rendah.

Menindaklanjuti masalah tesebut, menurut Rivo, PDAM Kabupaten Gorontalo akan mengganti meter pelanggan yang rusak atau telah melewati usia teknis . Ia menargetkan 1.000 penggantian meter rusak tahun ini. “Saya juga sudah memerintahkan pegawai untuk melihat sejumlah meter pelanggan yang pemakaian airnya 0 kubik. Ini kenapa, apakah karena tidak ada pemakaian, meter rusak atau  ada kebocoran,” tutur dia.

Mengenai kinerja keuangan perusahaan, PDAM Kabupaten Gorontalo pada tahun 2019 masih mencatat kerugian sebesar Rp 963 juta. Angka kerugian ini menyusut dibandingkan tahun 2018 yang merugi Rp 2,04 miliar. Padahal, pendapatan usaha BUMD ini menunjukkan angka kenaikan. Tahun 2018, pendapatan usahanya sebesar Rp 14,439 miliar dan tahun 2019 naik menjadi RP 17,37 miliar. Sedangkan beban operasional juga meningkat dari Rp 16,65 miliar pada 2018 menjadi Rp 18, 338 miliar pada 2019.

BACA JUGA:   Kain Belah Ketupat Jadi Kebanggaan Dinas Pariwisata Tanggamus

“Pendapatan yang meningkat namun dibarengi dengan penyusutan atas aset-aset yang ada sehingga PDAM belum dapat  mencatat laba,” kata Rivo.

Tags: pdam kabupaten gorontaloTOP BUMD Awards 2020
Previous Post

Kementerian BUMN Datangkan Alat Tes

Next Post

Sudah Jenuh Jual, Saham Konsumer Ini Layak Beli

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR