Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan ini yakni mulai 6 April hingga 9 April 2020 lalu memang masih diwarnai fluktuasi. Namun begitu, pergerakannya di pekan itu, ditutup di area positif.
Dilihat dari data rata-rata nilai transaksi harian yang meningkat sebesar 10,54% menjadi Rp7,490 triliun dari Rp6,776 triliun pada pekan di sebelumnya. Juga untuk rata-rata volume transaksi harian di BEI naik sebesar 23,00% menjadi 8.099 miliar unit saham dari 6.585 miliar unit saham pada periode sepekan yang lalu.
“Untuk rata-rata frekuensi transaksi harian juga meningkat sebesar 20,64% atau sebesar 619.583 ribu kali transaksi dari penutupan pekan lalu pada posisi 513.564 ribu kali transaksi. Sehingga, untuk IHSG dan kapitalisasi pasar bursa dalam satu minggu ini turut menunjukkan kenaikan dibandingkan penutupan pekan lalu. IHSG ditutup di 4.649,079 atau mengalami peningkatan sebesar 0,55% dibandingkan pekan lalu di 4.623,429,” terang Sekretaris Perusahaan BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam keterangannya, Sabtu (11/4/2020).nya.
Untuk kapitalisasi pasar BEI selama periode 6-9 April 2020 itu, kata dia, juga menunjukkan peningkatan sebesar 0,78% atau sebesar Rp5.382,730 triliun dari Rp5.341,128 triliun selama sepekan yang lalu. “Dan investor asing pada hari ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp514,18 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2020, jual bersih asing tercatat sebesar Rp12,645 triliun,” tandasnya.
Dan di tengah fluktuasinya, pesona pasar modal masih belum surut. Ini terbukti dengan kedatanganan lima emiten baru dalam sepekan. Karena masih dalam pandemic virus corona (Covid-19), emiten baru yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu melakukan listing secara virtual tanpa seremoni seperti biasanya. Mereka melepas sebagian sahamnya ke publik melalui skema penwaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).
Kelima emiten baru itu adalah, PT Karya Bersama Anugerah Tbk. (KBAG) mencatatkan saham dan warannya di BEI, sebagai perusahaan tercatat ke-20 di tahun ini. Ada PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk. (SBAT) sebagai emiten ke-21.
Selanjutnya, ada PT Cipta Selera Murni Tbk. (CSMI) di sektor Tourism, Restaurant and Hotel, PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) yang bergerak di sektor Trade, Services & Investment, dan emiten yang ke-14 di tahun ini adalah PT Cahaya Bintang Medan Tbk. (CBMF).
“Sehubungan dengan antisipasi penyebaran Pandemi COVID-19, maka seremoni dari pencatatan saham kelima Perusahaan tersebut ditiadakan secara langsung. Meski begitu, untuk pertama kalinya BEI mencatatkan saham perusahaan secara virtual pada kanal digital BEI, yang dapat ditonton melalui Youtube, pada hari pencatatan perdana saham perusahaan,” tegas dia.
Selain itu, ada pencatatan Obligasi Berkelanjutan II SMART Tahap I Tahun 2020 (Obligasi) yang diterbitkan oleh PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk yang dicatatkan dengan nominal sebesar Rp775 miliar. Sehingga total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2020 adalah 19 emisi dari 17 Emiten senilai Rp20,15 triliun, dengan pencatatan tersebut, maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 430 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp443,19 triliun dan US$ 47,5 juta, diterbitkan oleh 117 emiten.
“Untuk Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 93 seri dengan nilai nominal Rp2.833,36 triliun dan US$ 400 juta. EBA sebanyak 12 emisi senilai Rp10,62 triliun,” katanya.
