Jakarta, TopBusiness—Direktur Utama Bank Ina, Daniel Budirahayu, menyampaikan jawaban kepada otoritas Bursa Saham Indonesia (BEI), atas pertanyaan tentang penyebab volatilitas harga saham Bank Ina, belakangan ini.
Melalui keterangan tertulis, Daniel mengatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya informasi material atau pun fakta material, yang dapat berpengaruh pada nilai efek Bank Ina atau keputusan para investor saham.
Dia pun membeberkan bahwa Bank Ina tidak punya informasi material yang dapat berpengaruh kepada harga efek, yang belum diungkapkan ke publik.
“Bank Ina pun tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu. Dan belum merencanakan tindakan korporasi dalam waktu dekat. Termasuk yang akan berakibat kepada pencatatan saham Bank Ina dalam tiga bulan mendatang,” papar Daniel.
Sementara, berdasarkan data dari Dunia Investasi, saham Bank Ina dalam tren naik sedari awal April sampai dengan penutupan perdagangan akhir pekan kemarin.
1 April 2020, harga saham tersebut di Rp 930 per lembar. Dan di penutupan perdagangan akhir pekan kemarin, saham tersebut seharga Rp 990 per lembar.
1 April 2020, volume transaksi saham dengan kode BINA tersebut di 4.200 unit. Kenaikan volume transaksi terjadi, dengan volume tertinggi sebanyak 10.532.000 unit, terjadi pada 7 April 2020.
Ilustrasi: Istimewa
