Jakarta, TopBusiness—Direktur Utama BPR Bank Jogja, Kosim Junaedi, mengatakan bahwa pada bank yang dipimpinnya tersebut, pengembangan sistem TI (teknologi informasi) berjalan intensif.
“Aplikasi utama kami, menggunakan yang biasanya digunakan oleh bank umum,” kata Kosim dalam wawancara teleconference dengan Dewan Juri Top BUMD 2020, suatu ajang penilaian-penghargaan yang digelar Majalah TopBusiness bersama sejumlah lembaga seperti Institut Otda, Yayasan Pakem, Sinergi Daya Prima, PPM, dan lain-lain.
Kosim menjelaskan tentang aplikasi utama tersebut. Menurut dia, aplikasi utama untuk core banking Bank Jogja tersebut, menggunakan perangkat lunak (soft ware) yang tidak ketinggalan.
Selain aplikasi utama tersebut, Bank Jogja terus mengembangkan sejumlah aplikasi mobile banking. Dalam hal ini, kelak ada aplikasi yang memungkinkan nasabah melihat nilai saldo, melakukan transfer antar-rekening, dan lain-lain. Untuk menarik tunai pun, nasabah tidak menggunakan kartu. Tetapi, menggunakan aplikasi tersebut.
“Nantinya, aplikasi mobile banking tersebut terintegrasi dengan business model yang dimiliki Bank Jogja,” demikianlah Kosim menjelaskan.
Bank Jogja berharap agar pihak regulator yakni OJK dan BI, segera memuluskan izin untuk aplikasi mobile banking tersebut. “Sebenarnya, dalam wabah virus corona, aplikasi tersebut tentu sangat bermanfaat untuk mengurangi transaksi tatap muka antara nasabah dengan karyawan kami, bukan?”
Selanjutnya, Kosim mengatakan bahwa Bank Jogja punya aplikasi mobile collection. Aplikasi ini digunakan petugas Bank Jogja untuk menghimpun tabungan.
Semua kantor kas atau pun unit kas keliling pun, dia berkata lagi, sudah menggunakan sistem online yang real time. “Jadi, dalam TI, kami tidak ketinggalan,” Kosim berkata.
TI melahirkan banyak manfaat untuk Bank Jogja. “Banyak waktu dan proses kerja yang bisa diefisienkan, melalui digunakannya TI,” dia mengatakan lagi.
Sumber Ilustrasi: Istimewa
