TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Strategi Perumdam Tirta Wijaya Seimbangkan Bisnis dan Layanan Air di Cilacap

Nurdian Akhmad
14 April 2020 | 09:23
rubrik: BUMD
Strategi Perumdam Tirta Wijaya Seimbangkan Bisnis dan Layanan Air di Cilacap

Jakarta, TopBusiness – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Wijaya adalah BUMD milik Pemerintah Kabupaten Cilacap dengan aktivitas usaha pengolahan air bersih. Tak hanya diamanahi tugas untuk melayani kebutuhan air masyarakat Kabupaten Cilacap, Perumdam Tirta Wijaya sebagai badan usaha juga mendapat tugas untuk meraup laba. Proporsi antara laba dengan pelayanan publik atau sosial masing-masing adalah sebesar 50 persen.

Direktur Utama Perumdam Tirta Wijaya Bambang Yulianto menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap selaku pemegang saham juga selalu menanyakan dua poin terkait pelayanan dan bisnis dalam pembahasan mengenai Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

“Dari sisi pelayanan kami ditarget untuk 2019-2023 pelanggan minimal 100 ribu SR (sambungan rumah), karena Kabupaten Cilacap ini sebagai daerah pantai menghadapi masalah kualitas air bersih. Dari sisi bisnis setiap tahun kami ditargetkan untuk selalu meningkatkan laba yang nantinya membuat setoran pendapatan asli daerah (PAD) ke pemerintah meningkat. Dua poin itu yang selalu ditanyakan oleh Pemkab dalam rapat pembahasan RKAP,” ujar Bambang dalam sesi Presentasi dan Wawancara Penjurian TOP BUMD Awards 2020 yang dilakukan melalui aplikasi Zoom, Senin (13/4/2020).

Bambang mengakui, pelayanan air di Kabupaten Cilcap yang mempunyai wilayah cukup luas dan sebagian adalah daerah pantai tidaklah mudah dan menjadi tantangan tersendiri yang dihadapi Perumdam Tirta Wijaya. “Kondisi geografis Cilacap dengan wilayah pelayanan yang luas dan ketersediaan air baku terutama pada saat musim kemarau, air baku terkena back water air laut sehingga menjadi asin dan tidak bisa diolah. Ini yang jadi tantangan kami,” ujar dia.

Terkait kondisi geografis ini, kata Bambang, pihaknya memiliki solusi dengan meningkatkan kapasitas pengolahan serta perpompaan. Sedangkan yang terkait ketersediaan air baku, solusinya adalah dengan menambah lokasi pengambilan air baku di beberapa titik.

BACA JUGA:   Strategi Bank Sampang Capai TOP 10 BPRS Nasional

Terobosan dan Inovasi
Sejumlah terobosan dan inovasi juga dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Perumdam Tirta Wijaya Kabupaten Cilacap berencana menjalin kerja sama dengan dadan usaha lain dalam rangka pembuatan pengolahan serta jalur distribusi untuk melayani kebutuhan industri.

“Pertamina minta sisten pelayanan dibuat terpisah dengan pelanggan lain, mulai pengadaan air baku, pengolahan, hingga distribusi dan pelayanannya. Ini yang sedang kita kerjasamakan dengan pihak ketiga,” kata dia.

Menghadapi tantangan ke depan, Perumdam Tirta Wijaya juga membuat rencana bisnis 2019 sampai dengan 2023 yang di dalamnya ada ada empat skema pengembangan air di tiga sumber air baku yakni Sungai Serayu, Sungai Citanduy dan Sungai Cijalu.

BUMD ini juga memberikan beragam kontribusi kepada pemerintah sesuai visi presiden RI tahun 2019-2024. Perumdam Tirta Wijaya berkontribusi membangun infrastruktur bidang pengairan dalam bentuk pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) dengan Maos kapasitas 50 l/det yang sanggup melayani 4.000 sambungan rumah (SR). Pada tahun 2019, Perumdam Tirta Wijaya menggelontorkan nvestasi sebesar Rp 42,8 miliar. “Perumdam Tirta Wijaya juga meningkatkan sumber daya manusianya melalui program pendidikan serta pelatihan bagi pegawai,” kata Bambang.

Untuk mempercepat pelayanan masyarakat dalam hal pembayaran tagihan air, kata dia, Perumdam Tirta Wijaya bekerja sama dengan 9 lembaga keuangan dalam hal pembayaran tagihan air secara online. Selain itu digunakannya media sosial (facebook, twitter, instagram) untuk mempermudah.

Perumdam Tirta Wijaya juga selalu mengikuti program hibah air bersih untuk masyarakat berpengehasilan rendah (MBR) sejak tahun 2010. Tahun 2020 ini, targetnya adalah 2.600 SR untuk program MBR di Kabupaten Cilacap. Saat ini, jumlah pelanggan Perumdam Tirta Wijaya sebanyak 86.723 SR.

BACA JUGA:   PDAM Nunukan Gratiskan Tagihan Air Selama 3 Bulan Masa Pandemi

Saat ini, tingkat kebocoran dalam penyaluran air ke pelanggan atau non revenue water (NRW) Perumdam Tirta Wijaya mencapai 23%. Kondisi ini bisa terjadi salah satunya karena water meter di tempat pelanggan yang sudah tua dan tidak berfungsi optimal. “Ini yang sedang kami upayakan untuk diganti. Setiap tahun, kami menargetkan penggantian 7.500 water meter,” ujar Bambang.

Kebocoran air juga bisa terjadi karena jaringan pipa yang kebanyakan sudah berusia tua. Biasanya kebocoran itu terjadi di karet sambungan pipa. Untuk pihaknya juga kerap melakukan pengecekan jaringan pipa.

Bambang juga menyampaikan, berdasarkan survei kepuasan pelanggan yang telah dilakukan, hasil nilai keseluruhan sebesar 72,61% dengan kategori “Memuaskan” atau B dari 20 unsur pelayanan yang dinilai.

Kinerja Keuangan Melampaui Target
Kinerja Perumdam Tirta Wijaya tahun 2019 lalu juga cukup baik dan menorehkan angka yang selalu di atas target yang ditetapkan. Misalnya untuk rasio tarif rata-rata terhadap biaya dasar secara persentase realisasinya mencapai 126,34 persen, dari target 125,96 persen. Untuk jangka waktu penagihan piutang dari target 35 hari, realisasinya 34 hari. Laba BUMD ini juga melampaui target dengan realisasi Rp 26 miliar, dari target Rp 24,54 miliar. Sedangkan realisasi investasi pada 2019 mencapai Rp 42,83 miliar, dari target Rp 30,43 miliar. Sedangkan saldo kas tahun 2019 sebesar Rp 41,39 miliar dari target Rp 27,83 miliar.

Dengan kinerja keuangan yang cukup baik tersebut, kata Bambang, kontribusi Perumdam Tirta Wijaya dalam bentuk setoran dana PAD ke Pemkab Cilacap meningkat tajam dalam dua tahun terakhir. Pada 2018, setoran PAD BUMD sebesar Rp 5,86 miliar dan melonjak jadi Rp 14,3 miliar pada 2019. “Tahun 2020 ini, setoran PAD dari Perumdam Tirta Wijaya ditargetka sebesar Rp 19 miliar,” kata Bambang.

Tags: Perumdam Tirta WijayaTOP BUMD Awards 2020
Previous Post

Bakal Bergerak Sideway, Selektif Pilih Saham

Next Post

Komposit Jakarta Bertambah 0,48 Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR