Jakarta, TopBusiness – Lembaga pemeringkat efek, PT Pefindo telah menegaskan peringkat “idAA” kepada PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) (PIKI) dan Obligasi I Tahun 2018. Prospek terhadap peringkat Perusahaan adalah “stabil”.
Dalam laman pefindo.com, di Jakarta, hari ini, menunjukkan bahwa obligor dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan, dan memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya dibandingkan terhadap obligor Indonesia lainnya.
Peringkat tersebut mencerminkan pandangan kami mengenai dukungan pemerintah yang kuat untuk PIKI karena peran strategis pelabuhan laut, aliran pendapatan Perusahaan yang lebih tangguh dibandingkan dengan perusahaan sejenis selama kondisi-kondisi global yang tidak menguntungkan, dan kinerja operasi, yang diharapkan dapat dipertahankan pada tingkat yang relatif baik.
Peringkat tersebut dibatasi oleh ekonomi wilayah yang dilayani Perusahaan adalah lebih kecil dari ekonomi wilayah yang dilayani operator pelabuhan milik negara lainnya; perkiraan leverage keuangan Perusahaan yang lebih tinggi dan proteksi arus kas Perusahaan yang lebih lemah, dan sifat industri yang sangat bergantung pada kondisi ekonomi dan peraturan pemerintah.
Peringkat Perusahaan dapat dinaikkan jika PIKI dapat meningkatkan posisi bisnis di wilayah jangkauannya untuk menghasilkan expected return dari investasi baru Perusahaan – terutama dari pelabuhan baru Makassar, pelabuhan Bitung, dan pelabuhan Kendari – dengan tetap mempertahankan tingkat leverage keuangan yang moderat dan proteksi arus kas yang kuat. Peringkat Perusahaan dapat diturunkan jika Pefindo melihat adanya pengurangan dukungan pemerintah, seperti divestasi kepemilikan saham.
Peringkat juga bisa berada dibawah tekanan jika pendapatan Perusahaan jauh lebih rendah daripada yang diproyeksikan dan/atau Perusahaan memiliki utang yang jauh lebih tinggi daripada yangm diproyeksikan, terutama jika tambahan kapasitas pelabuhan baru tidak tereksekusi dengan baik, sehingga mengakibatkan profil keuangan yang lebih lemah, terutama jika rasio debt to EBITDA melebihi 4,5x secara konsisten.
Pefindo memandang wabah Coronavirus Disease (COVID-19) dan kebijakan-kebijakan penanganan pemerintah di seluruh dunia memaparkan operator-operator pelabuhan laut global terhadap risiko kegiatan pelabuhan yang lebih rendah yang dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan bisnis, profitabilitas, dan profil keuangan mereka dalam jangka waktu yang dekat.
“Kami berpandangan bahwa profil kredit Perusahaan tetap berada dalam kategori peringkatnya saat ini di tengah wabah ini, didukung oleh aliran pendapatan Perusahaan yang terbukti lebih tangguh dibandingkan dengan perusahaan sejenis saat situasi-situasi ekonomi global yang tidak menguntungkan dan fleksibilitas Perusahaan untuk menjadwal ulang rencana belanja modalnya yang sebagian besar akan dibiayai oleh utang. Kami juga memandang bahwa kebijakan lockdown pemerintah tidak akan mengganggu lalu lintas kargo dan peti kemas untuk menyediakan logistik yang efisien untuk barang-barang penting seperti makanan, obat-obatan dan produk kebutuhan sehari-hari,” demikian tersebut dalam laman itu.
Foto: Istimewa
