Jakarta, TopBusiness – Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini diperkirakan bisa berbalik arah ke trek penguatan. Pasalnya, dari sisi teknikal dan fundamental memunginkan untuk menguat, meski pada perdagangan kemarin melemah signifikan.
Menurut analis pasar modal dari PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, IHSG ditutup melemah signifikan sebanyak 3,14% ke level 4.480,61 di akhir perdagangan 16 April 2020 kemarin. Sementara untuk perdagangan hari ini, berdasarkan indikator, posisi MACD memang masih membentuk pola golden cross di area negatif.
“Namun begitu, untuk Stochastic dan RSI berada di area netral. Juga di i sisi lain, pergerakan IHSG telah menguji garis MA 20, sehingga ada peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar,” terang dia di Jakarta, Jumat (17/4/2020).
Dia menegaskan, Berdasarkan rasio fibonacci, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 4.443,63 hingga 4.318,10. Sementara itu, untuk resistance pertama maupun kedua berda di kisaran 4.569.16 hingga 4.747.88.
Untuk itu, sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor patut diperhatikan.
– ACES, dengan daily (1.240). Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 dan 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 1230 -1240, dengan target harga secara bertahap di level 1295, 1345 and 1535. Support: 1230, 1150 & 1060.
– ADHI, dengan daily (600). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 575 – 605, dengan target harga secara bertahap di level 640, 725 dan 1100. Support: 515.
– BEEF, dengan daily (218). Terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area 206 – 220, dengan target harga secara bertahap di level 232, 252, 266 dan 326. Support: 206 & 178.
– ELSA, dengan daily (189). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 180 – 190, dengan target harga secara bertahap di level 212, 228 dan 290. Support: 164 & 134.
– WEGE, dengan daily (165). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 160 – 166, dengan target harga secara bertahap di level 190, 204, 214 dan 256. Support: 152, 140 & 130.
– WTON, dengan daily (238). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola three advancing solidiers candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 230 – 240, dengan target harga secara bertahap di level 244, 258, 268, 276 dan 308. Support: 230 & 220.
