jakarta, TopBusiness – PT Jamkrida Sumbar terus berinovasi dan melakukan sejumlah langkah terobosan guna meningkatkan kinerja perusahaan yang dalam dua tahun terakhir tumbuh cukup baik.
Peningkatan kinerja PT Jamkrida Sumsel tahun 2019 dibandingkan tahun 2018 secara kualitatif dapat dilihat, antara lain, dari peningkatan nilai penjaminan sebesar 49,06 persen dari Rp 1,694 triliun pada 2018 menjadi Rp 2,525 triliun di tahun 2019.
Lalu peningkatan jumlah terjamin naik sebesar 38,27 persen dan pertumbuhan aset sebesar 17,38 persen ( Rp 72,90 miliar pada 2018 menjadi Rp 85,57 miliar pada 2019). Selain itu laba bersih juga tumbuh dari Rp 2,06 miliar pada 2018 menjadi Rp 3,28 miliar pada 2019.
Menurut Direktur Utama Jamkrida Sumbar, Munandar Kasim, peningkatan kinerja ini tak lepas dari 3 strategi bisnis perusahaan untuk mewujudkan visi utamanya yakni Menjadi Perusahaan Penjaminan Kredit Daerah Yang Terbaik, Terpercaya, Profesional dan Mandiri. Adapun ketiga strategi tersebut antara lain:
Pertama Market Penetration Strategy, yakni upaya Jamkrida Sumbar untuk meningkatkan penjualan pada pasar yang telah ada dengan meningkatkan kerjasama.
“ Jamkrida Sumbar terus berupaya untuk memperluas kerjasama penjaminan kredit/pembiayaan dengan Bank Umum, Bank Perkreditan Rakyat/Syariah (BPR/S), Koperasi serta Lembaga Keuangan lainnya yang berkinerja sehat yang ada di Sumatera Barat,” kata Direktur Utama Jamkrida Sumbar Munandar Kasim pada penjurian TOP BUMD 2020, Rabu (15/04).
Munandar juga menyebut bahwa sejauh ini Jamkrida Sumbar telah memiliki 10 Mitra Utama, yaitu, PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat (Bank Nagari), Lembaga Penjaminan Dana Bergulir – Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB – KUMKM), PT BPR Pariangan, PT BPR Jam Gadang, PT BPRS Haji Miskin, KPRI Unit Kopri Kantor Gubernur Sumatera Barat, KPRI SMA 1 Padang (Pola Syariah), PT IgnaAsia, PT BOAre, dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero)
Kedua Integration Strategy yakni sebuah upaya perusahaan untuk memperluas jaringan distribusi.
“Hal ini salah satunya diwujudkan dengan mengembangkan bisnis penjaminan berbasis dukungan IT sistem, seperti host to host dengan mitra bisnis,” papar Munandar.
Ketiga Product Development Strategy, yakni upaya Jamkrida Sumbar mengembangkan produk baru atau fitur pada pasar yang telah ada. Salah satunya dengan Mendorong bank menciptakan membuat skim kedit/pembiayaan baru.
Penulis: Abi Abdul Jabbar Sidiq
