Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdaganagn hari ini diproyeksikan masih akan berat untuk beralih ke tren penguatan. Pasalnya, selain minim sentiment, tren Indeks juga diproyeksi masih bisa menyentuh level support-nya.
Menurut analis pasar modal dari Binaartha Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, pada perdagangan kemarin laju IHSG ditutup melemah signifikan sebesar 1,62% di level 4.501,92. Sedangkan untuk perdagangan hari ini, Nafan melihat laju IHSG masih akan berada di teritori negatifnya.
“Berdasarkan indikator, MACD berpotensi membentuk pola dead cross di area negatif. Sementara itu, Stochastic dan RSI juga bergerak menurun di area netral. Di sisi lain, terlihat juga pola downward bar yang mengindikasikan adanya pelemahan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support terdekat,” kata Nafan di Jakarta, Rabu (22/4/2020).
Dengan kondisi tersebut, kata Nafan, berdasarkan rasio fibonacci, support pertama maupun kedua memiliki rentang dilevel 4.443,63 hingga 4.318,10. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua berada di kisaran 4.569,63 hingga 4.747,88.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor pada perdaganga hari antara lain:
– ACES, dengan daily (1280). Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 dan 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 1230 – 1280, dengan target harga secara bertahap di level 1295, 1345 and 1535. Support: 1230 & 1150.
– BBRI, dengan daily (2720). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 2640 – 2720, dengan target harga secara bertahap di level 2860, 3060, 3220, 3330 dan 3810. Support: 2640 & 2500.
– BEEF, dengan daily (218). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area 206 – 218, dengan target harga secara bertahap di level 232, 252, 266 dan 326. Support: 206 & 178.
– ELSA, dengan daily (183). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 180 – 184, dengan target harga secara bertahap di level 191, 212, 228 dan 290. Support: 164 & 134.
– HOKI, dengan daily (690). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 685 – 695, dengan target harga secara bertahap di level 720, 750, 770 dan 850. Support: 685 & 645.
– INTP, dengan daily (10700). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. “Akumulasi Beli” pada area level 10400 – 10800, dengan target harga secara bertahap di level 11725, 12925, 13850, 14525 dan 17300. Support: 10400 & 9600.
– UNVR, dengan daily (6925). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 6800 – 7000, dengan target harga secara bertahap di level 7200, 7725, 8950 dan 10175. Support: 6800, 6500 & 6200.
Foto: Rendy MR
