TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BPR Kutai Timur, BPR dengan Kualitas IT Jempolan

Busthomi
23 April 2020 | 14:46
rubrik: BUMD
BPR Kutai Timur, BPR dengan Kualitas IT Jempolan

Jakarta, TopBusiness – PT Bank Perkreditan Rakyat Kutai Timur (BPR Kutim) terus berbenah diri untuk menggenjot pelayanan. Salah satunya, dengan memacu pelayanan berbasis digital atau teknologi informasi (IT). Bahkan, meski kelasnya masih BPR, namun kualitas digital bank yang sahamnya dipegang oleh Kabupaten Kutim, PT BPD Kaltimtara, dan pihak swasta ini relative jempolan seperti bank umum.

Hal ini seperti disebutkan oleh Direktur Utama BPR Kutai Timur, Sobyan Herman dalam acara penjurian Top BUMD Awards 2020 yang digelar Majalah TopBusiness melalui mekanisme virtual, Kamis (23/4/2020).

Menurut Sobyan, BPR Kutim sudah melakukan terobosan dan inovasi baru yaitu dengan cara menyesuaikan tuntutan tinggi di era digital bisnis saat ini dengan menggunakan teknologi informasi atau digital banking. “Seperti yang telah kami lakukan dengan menggunakan program berbasis web, menggunakan layanan jemput bola dengan aplikasi mobile collection, sehingga pelayanan tersebut berdasar sistem real time,” terang dia.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan pelayanan kas berupa linkage programme dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui aplikasi Cash Management System BRI (CMS BRI). “Sehingga dengan teknologi itu Bank BPR Kutim dapat melakukan transfer ke seluruh bank yang ada di Indonesia. Langkah ini juga sebagai bagian dari rencana bisnis bank dengan menciptakan dan meningkatkan kualitas layanan berbasis service IT dan dijadikan sebagai budaya perusahaan,” katanya.

Apalagi di tengah wilayah Kutai Timur yang begitu luas dan untuk menjangkau ke pelosok-pelosok kecamatan, sarana teknologi yang kuat menjadi keunggulannya. Termasuk juga untuk menjangkau pangsa pasar perusahaan seperti kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan pelaku usaha di pasar-pasar tradisional yang tersebar di Kabupaten Kutim.

BACA JUGA:   Raih TOP BUMD Award 2020, Bank DKI Ucapkan Terima Kasih ke Pemprov DKI

Sobyan menambahkan, sebagai langkah untuk membantu pembangunan di Kabupaten Kutim, pihaknya juga focus untuk pembiayaan menyasar sektor UMKM. Sejauh ini, porsi bisnis perusahaan untuk mengucurkan kredit ke UMKM lebih dominan, mencapai 59,14% dan sisanya porsi kredit produktif dan konsumtif sebanyak 40,86%.

“Untuk itu dalam strategi fundingnya ini, penyaluran kreditnya diprioritaskan ke sektor riltel dan UMKM serta konsumtif, termasuk peningkatan kredit kepada kontraktor-kontraktor yang ada di Kutim serta kalangan ASN. Dan untuk penyalurannya lebih ke peningkatan volume dan kualitas aktiva produktif,” papar dia.

Dalam pembiayaan ini, misi perusahaan juga bertekad untuk menggusur para rentenir yang selama ini membebani pelaku UMKM. Untuk pelaku pasar tradisional, BPR Kutim mengandalkan produk Kupas (Kredit Usaha Pasar) dengan fasilitas kredit tanpa jaminan. Juga memiliki produk-produk kredit baru yang suku bunganya setara Kredit Usaha Rakyat (KUR) yaitu produk kredit mikroKu dan produk kredit mitra usaha.

Namun tak hanya pembiayaan yang dikejar, perseroan juga mengincar pendanaan dengan pelayanan jemput bola melalui mobile collection tadi. Selain itu juga memperkuat market base dengan memperluas jaringan pelayanan berupa membuka kantor kas, kantor cabang, dan payment point baru untuk memudahkan jangkauan pelayanan terhadap nasabah.

Hingga akhir 2019, BPR Kutim sudah menyalurkan kredit sebanyak Rp17,91 miliar. Sementara raihan dana pihak ketiga (DPK) sebanyak Rp20,32 miliar yang terdiri dari tabungan senilai Rp14,92 miliar dan deposito Rp5,93 miliar. Adapun jumlah modal disetor sebanyak Rp12,7 miliar dan posisi asset di angka Rp40,60 miliar.

Dengan kondisi permodalan yang sangat kuat yakni posisi rasio kecukupan modal (CAR/capital adequacy ratio) di angka 57,86%, perusahaan sejatinya bisa bebas ekspansi kredit kemana-mana. Namun sayangnya porsi pengucuran kredit perusahaan sejauh ini masih belum maksimal dilihat dari rasio loan to deposit ratio (LDR) yakni sebesar 52,43%. Selain itu, rasio kredit macet (non performing loan/NPL) perusahaan juga relative tinggi dengan posisi 14,62% di akhir 2019 lalu.

BACA JUGA:   Bertabur Prestasi, RSUD dr. Iskak Tulungagung Jadi RS Percontohan Nasional

“Angka NPL itu sudah jauh menurun dibanding akhir 2018 lalu yang ada di posisi 21,98%. Dan di tahun ini kami targetkan NPL di bawah 5%. Salah satunya dengan melakukan restrukturisasi kredit,” pungkas Sobyan.

Foto: Direktur Utama BPR Kutai Timur, Sobyan Herman (tengah) kala menerima penghargaan di TopBUMD Award 2019

Tags: BPR Kutai TimurTOP BUMD Awards 2020
Previous Post

Stimulus Pemerintah Redam Dampak Covid ke Properti

Next Post

Bank Ini Sumbangkan SGD 10,5 Juta Atasi Covid-19

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR