Jakarta, TopBusiness – Kinerja emiten di sektor pengembangan aplikasi perdagangan melalui internet (e-commerce) dan pendistribusian produk digital, PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT) kemungkinan akan cukup terdampak dari adanya pandemi Covid-19 ini. Kondisi ini lebih spesifik karena dipicu oleh adanya kebijakan listrik gratis dari pemerintah.
Sekretaris Perusahaan HDIT, Ferdiana Tjahyadi menuturkan, dengan adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa kota, terutama DKI Jakarta dan Makasar membuat ditambah adanya kebijakan listrik gratis yang bersubsidi dari pemerintah itu telah membuat penurunan transaksi produk listrik PT PLN (Persero) bagi pelanggan yang bersubsidi.
“Hal ini membuat penurunan pendapatan karena kebijakan listrik gratis dari pemerintah dan ditutupnya took dan merchant akibat adanya kebijakan PSBB. Sementara di sisi lain, perusahaan juga harus memenuhi kewajiban dalam hal pembayaran operasional misalnya sewa, listrik, gaji karyawan, konsesi dan lain-lain,” tandasnya di Jakarta, Senin (4/5/2020).
Sehingga dengan kondisi tersebut, kata dia, peseroan pun terpsa melakukan penyesuaian jadwal operasional serta seluruh entitas anak perusahaan. Dengan begitu proyeksi pendapatan perusahaan akan tergerus.
“Sehubungan dengan mendukung peraturan pemerintah guna mencegah penyebaran Covid-19, maka kami membatasi jam operasional perkantoran. Penyesuaian jam operasional sementara ini, akan dievaluasi setiap minggu sesuai dengan perkembangan situasi yang terjadi. Bilamana indicator-indikator bisnis dan keselamatan membaik, maka kantor operasional akan kami buka kembali,” papar dia.
“Untuk dampak terhadap kondisi keuangan jelas terjadi penurunan pendapatan. Sementara untuk dampak kelangsungan usaha, kami akan menyampaikan kembali bila ada dampak kelangsungan usaha yang berhubungan dengan pandemic Covid-19,” imbuh Ferdiana.
Foto: okezone.com
