TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ini Jurus Menparekraf Pulihkan Sektor Pariwisata

Nurdian Akhmad
12 May 2020 | 10:38
rubrik: Ekonomi
FOTO : Jumlah Wisatawan Mancanegara Meningkat

Foto: Rendy MR

Jakarta, TopBusiness – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio akan fokus menggarap wisatawan nusantara (wisnus) lebih dulu untuk memulihkan sektor pariwisata usai terdampak berat pandemi Covid-19.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga akan berupaya mempercepat langkah pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).

“Untuk tahap awal, kita akan coba mendorong wisatawan nusantara dulu, baru kita datangkan wisatawan mancanegara,” kata dalam keterangan resminya seperti dikutip Selasa (12/5/2020).

Sebelum pandemi Covid-19, menurut Wishnutama, pihaknya sebetulnya telah menyusun berbagai skenario strategis yang sifatnya sangat dasar dalam rencana kerja tahun 2020 seperti fasilitas wisata yang sesuai standard higienitas, kebersihan toilet, keselamatan, keamanan. Namun dalam masa pandemi ini, pihaknya berkoordinasi dengan K/L sekuat tenaga mencari cara untuk mempercepat langkah pemulihan sektor parekraf, karena negara lain juga akan berusaha keras untuk mendatangkan wisatawan.

Dia mengungkapkan, pandemi Covid-19 telah membuat perilaku manusia yang baru (new normal) yang berbeda dan berubah dari perilaku sebelumnya. Perilaku yang jauh lebih peduli terhadap kesehatan dengan selalu menggunakan masker, rutin mencuci tangan, menjaga kekebalan tubuh, olahraga, makan makanan bergizi, hingga selalu menjaga jarak aman untuk menghindari rantai penularan Covid-19.

Perubahan perilaku tersebut juga kemungkinan besar akan terjadi pada wisatawan saat berkunjung ke destinasi. “New normal tersebut ternyata inline dengan apa yang sudah dipersiapkan Kemenparekraf. Sangat dasar, ditambah dengan protokol-protokol kesehatan yang sedang kita persiapkan. Seperti protokol kesehatan di bandara, restoran, hotel, tempat hiburan, bioskop, juga terus dipersiapkan. Karena kita juga ingin perekonomian harus tetap berjalan, harus tetap sustainable. Untuk itu antisipasi kebutuhan menghadapi new normal, yang harus dipersiapkan salah satunya adalah kebutuhan dasar,” kata Wishnutama.

BACA JUGA:   Akhir 2016, Utang Luar Negeri Tambah 2 Persen Menjadi USD317 Miliar

New normal berikutnya, lanjut Wishnutama, adalah era digital. Di mana era digital saat ini sangat terakselerasi dengan cepat. Dia menjelaskan, dalam kondisi seperti ini, semua orang dipaksa melakukan aktivitas secara digital. Yang artinya, ada potensi digitalisasi yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.

“Di sektor parekraf banyak potensi itu. Dan kita akan membuka ruang-ruang diskusi untuk itu. Yang penting di era digital, adalah bagaimana bangsa Indonesia menguasai ekosistem digital, itu yang bisa membuat kita menang. Yang juga penting adalah data,” ujar dia.

Tags: MenparekrafPariwisata
Previous Post

Pendapatan XL Axiata Terdongkrak WFH

Next Post

Diinisiasi Karyawan, Mowilex Sumbang Ribuan Masker dan APD

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR