TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Langkah Kementan Atasi Jatuhnya Harga Cabai

Nurdian Akhmad
12 May 2020 | 13:59
rubrik: Ekonomi
FOTO – Harga Pangan Masih Normal di Puncak Kemarau

Konsumsi rumah tangga menjadi penopang pertumbuhan ekonomi RI di tengah ancaman krisis ekonomi global. (Foto: Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness –  Guna mengatasi over suplai cabai yang membuat jatuh harga komoditas tersebut saat ini, Kementerian Pertanian (Kementan) telah melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi persoalan tersebut.

Kementan menerapkan sistem tunda jual yang sudah disosialisasikan ke dinas pertanian daerah serta petani champion cabai di seluruh wilayah sentra sejak awal April lalu.

Teknisnya, Ditjen Hortikultura memfasilitasi sewa cold storage di beberapa wilayah yang dapat digunakan petani untuk menyimpan hasil panen. Nantinya, hasil panen dijual ketika harga sudah membaik. “Kami juga fasilitasi biaya distribusi dari daerah produksi surplus ke daerah minus,” ujar Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto dalam keterangan persnya, Selasa (12/5/2020).

Berdasarkan data  Early Warning System (EWS) bulan Agustus hingga Oktober mendatang, produksi aneka cabai diprediksi akan mengalami surplus nasional yang sangat tipis. Hanya sekitar 5.000-9.000 ton pada September-Oktober.

Hasil produksi tersebut dampak dari mulai terjadinya musim kemarau dan menurunnya minat tanam petani karena rendahnya harga yang terjadi saat ini. Oleh karena itu, di tengah terjadinya suplai berlebih saat ini, Kementan juga mesti menyiapkan antisipasi pada musim kemarau mendatang.

Prihasto Setyanto mengakui saat ini tengah terjadi over suplai cabai. Hal itu karena panen raya cabai tak diimbangi permintaan akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah.

Dia menuturkan, sebagian besar wilayah sentra mulai panen raya sejak April lalu dan diprediksi berlangsung hingga Juli. Akibat permintaan yang cenderung rendah, terjadi kelebihan pasokan yang berdampak pada jatuhnya harga di petani. Situasi itu membuat petani kekurangan modal untuk musim tanam selanjutnya.

Harga cabai rawit merah (CRM) dilaporkan anjlok hingga Rp 4.500 per kilogram sedangkan cabai merah keriting (CMK) dihargai Rp 5.500 per kg (kg). Padahal, rata-rata harga dari dua jenis cabai tersebut sekitar Rp 10 ribu per kg dari tingkat petani.

BACA JUGA:   Harga Minyak Terangkat

Kondisi tersebut, menurut Prihasto, di luar prediksi Kementan. Karena sebelumnya pemerintah sudah mengatur pola tanam dan membuat peringatan dini dalam bentuk data Early Warning System (EWS) yang dikirimkan ke seluruh wilayah setiap bulan.

“Tujuannya tak lain untuk mencegah terjadinya over supply. Namun yang terjadi saat ini adalah kejadian di luar kendali kami,” kata Prihasto.

Tags: Harga CabaiKementanKementerian Pertanianpasar
Previous Post

Pemerintah Bantah Batalkan Pemindahan Ibukota

Next Post

41 Proyek Unggulan Disiapkan untuk Pemulihan Ekonomi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR