Jakarta, TopBusiness – Hingga penutupan perdagangan Selasa (12/05/2020), indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) terkontraksi. Indeks komposit Jakarta ini mengikuti gerak kurs rupiah terhadap dolar Amerika.
Indeks komposit Jakarta tersebut berkurang 50,37 poin, atau setara dengan 1,09 persen ke posisi 4.588,73. Senada, rupiah terdepresiasi terhadap dolar Amerika. Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah di posisi Rp14.978 per dolar AS, padahal sehari sebelumnya Rp14.936.
Pelaku pasar mencermati soal bakal terjadinya pandemi Covid-19 gelombang kedua. Selain, konflik dagang Amerika-China, menyusul Presiden Donald Trump mengesampingkan negosiasi perjanjian dagang yang sudah ditandatangani. Akhirnya, sejumlah sektor mendukung indeks Jakarta mengalami tekanan, seperti, keuangan sebanyak 2,33 persen, dan pertanian (2,1 persen) serta infrastruktur (2 persen).
Perdagangan berlangsung normal dengan volume mencapai 6.783.632.582 unit saham, dan frekuensi 580.182 kali senilai Rp 6,947 triliun. Sejumlah saham mengalami aksi jual, diantaranya, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 100 ke posisi Rp 3.780 per unit, PT Bayu Buana Tbk (BAYU) Rp 25 ke posisi Rp 975 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp 140 ke posisi 3.660.
Foto: Rendy MR
