TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ini Alasan KAEF Setop Distribusi Rapid Test Biozek

Busthomi
13 May 2020 | 14:54
rubrik: Business Info
Kimia Farma Segera Rilis Surat Utang Rp 1,5 Triliun

Foto: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Di tengah adanya pemberitaan produk rapid test Biozek yang diproduksi perusahan manufaktur Inzek International Trading BV asal Belanda yang sedikit minor, PT Kimia Farma (Persero) Tbk atau KAEF selaku distributor produk tersebut memastikan menyetop distribusi produk rapid test itu.

Untuk itu, pihak emiten BUMN itu pun menuntut secepat mungkin pihak Inzek untuk melakukan klarifikasi ke publik agar kabar tersebut bisa diluruskan. Karena berita yang beredar sejauh ini alat uji tersebut dinilai bermasalah.  

“Untuk itu, langkah Kimia Farma adalah melakukan penghentian sementara distribusi rapid test sambil menunggu hasil klarifikasi dari produsen,” demikian tegas perwakilan manajemen KAEF, seperti dalam keterangan resmi yang diterima media, di Jakarta, Rabu (13/5/2020).

Menurut pihak manajemen, sejak pertengahan April 2020 lalu, perseroan telah melakukan impor dan mendistribusikan produk Rapid Test Biozek tersebut. Dan sepetengahuannya, produk Rapid Test Biozek itu telah megantongi sertifikat Conformite Europeenne (CE) yang memenuhi persyaratan hukum untuk dapat diperdagangkan dan dikomersialisasikan di pasar Eropa.

Selain di Indonesia, produk Rapid Test Biozek juga telah digunakan di negara lain seperti Belanda (sebagai negara produsen), Inggris, Portugal, Georgia, Nigeria, dan Saudi Arabia.

“Produk Rapid Test Biozek sudah dilengkapi dengan dokumen mutu berupa uji klinik yang menunjukkan hasil uji Sensitivitas Relatif Rapid Test BNCP-402 dan BNCP-402S lebih dari 99,9 persen untuk IgG dan 85 persen untuk IgM,” sebut pihak manajemen.

Manajemen juga menjelaskan, Spesivitas Relatif Rapid Test adalah 98 persen untuk IgG dan 96 persen untuk IgM dibandingkan dengan hasil Polymerase Chain Reaction (PCR).

Selain itu, uji klinik yang dilakukan oleh CNR Virus des Infections Respiratoires Institut Pasteur Perancis juga menunjukkan hasil yang baik pada Rapid Test Biozek BNCP–402.

BACA JUGA:   SCG Donasi 40 Bilik Swab Bertekanan Positif

Namun demikian, manajemen juga menturkan Rapid Test Biozek merupakan Rapid Test IVD Antibody hanya digunakan untuk screening test dan diperlukan pengujian lebih lanjut untuk penegakan diagnosa salah satunya melalui metode pemeriksaan PCR Test.

Manajemen juga mengatakan sejauh ini perusahaan hanya mendistribusikan produk Rapid Test Biozek ke fasilitas layanan kesehatan, jejaring laboratorium pemeriksaan dan Dinas Kesehatan Provinsi/Kota/Kabupaten.

“Perseroan senantiasa berkomitmen untuk memberikan pelayanan dan solusi kesehatan yang terbaik bagi masyarakat serta menjalankan prosedur sesuai dengan ketentuan, regulasi, dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance),” pungkasnya.

Tags: Covid-19kimia farmarapid test
Previous Post

Perumda Tirta Tohlangkir, Wujudkan Kebutuhan Dasar Air Masyarakat Karangasem

Next Post

Pulihkan Ekonomi, Rp 153,15 Triliun Disebar ke BUMN

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR