Jakarta, TopBusiness – PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) mengafiirmasi peringkat utang PT Bank Mayapada Indonesia Tbk (BNII) di peringkat yang dari sebelumnya sama yaitu Stabil. Keputusan pemberian peringkat itu berdasar dari surat Fitch yang dikirim ke perseroan per tanggal 11 Mei 2020 lalu.
Hal ini seperti disebutkan oleh Direktur Bank Mayapada Muhamadian dalam surat yang ditujukan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti diikutip dalam keterukaan informasi, Jumat (15/5/2020).
“Kami tegaskan, Fitch telah menegaskan kembali peringkat nasional jangka panjng perseroan, peringkat nasional jangka pendek perseroan, serta peringkat nasonal jangka panjang perseroan masing-masing obligasi subordinasi Berkelanjutan II bank Mayapada Indonesia Tahap I dan Tahap II,” jelas dia.
Fitch sendiri seperti dalam surat yang ditandangai oleh Presiden Direktur Indra Kampono menjelaskan tiga peringkat yang diberingkan ke BNII yang semuanya outlook-nya stabil. Yakni Peringkat Nasional Jangka Panjang ’AAA(idn)’; Outlook Stabil. Kemudian, Peringkat Nasional Jangka Pendek ’F1+(idn)’. Dan Peringkat Nasional Jangka Panjang ’AA (idn)’, masing-masing untuk Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank Maybank Indonesia Tahap I dan Tahap II.
“Dalam menerbitkan dan memantau pemeringkatannya, Fitch mengandalkan informasi faktual yang diterimanya dari para emiten dan dari sumber lainnya yang Fitch percayai kredibilitasnya,” kata Indra.
Fitch sendiri melakukan pemeriksaan yang masuk akal sehubungan dengan informasi faktual sesuai dengan metodologi pemeringkatannya, dan mendapatkan verifikasi yang masuk akal mengenai informasi tersebut dari sumber yang independen, sejauh sumber-sumber tersebut tersedia untuk efek tersebut atau dalam yurisdiksi tersebut.
Sifat pemeriksaan faktual yang dilakukan Fitch dan cakupan dari verifikasi pihak-ketiga yang diperoleh, kata dia, akan berbeda-beda. Ini antara lain tergantung pada sifat dari efek yang diperingkat dan emiten yang menerbitkannya, ketentuan-ketentuan dan praktik dalam yurisdiksi dimana efek yang diperingkat ditawarkan/dijual atau dimana emiten berada, tersedianya dan sifat dari informasi publik yang relevan, akses terhadap manajemen dari emiten dan para penasihatnya, tersedianya verifikasi pihak ketiga yang sudah tersedia sebelumnya seperti laporan audit, dan lain-lain.
Foto: ilustrasi (istimewa)
