Jakarta, TopBusiness – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengaku di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) itu bisnisnya ikut terdampak. Baik dari sisi operasional maupun keuangan di tahun 2020 ini. Pada pembangunan infastruktur, terdapat kendala pada keterbatasan pengadaan material dan ruang gerak petuas.
Namun begitu, Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama, pihak pereroan memastikan pembangunan proyek-proyek strategis tetap berjalan dengan optimal. “Dan dalam lima tahun ke depan, kami merencanakan target strategis untuk pemenuhan energi bagi 4 juta jargas rumah tangga, serta peningkatan pengelolaan niaga gas bumi mencapai 1.800 BBTUD di domestik dan 600 BBTUD dari global LNG trading,” jelas Rachmat dalam keterangan resmi yang diterima media, di Jakarta, Jumat (15/5/2020).
Ke depan, lanjut dia, PGN memperluas utilisasi gas bumi melalui pembangunan infrastruktur pemanfaatan gas bumi seperti proyek LNG Teluk Lamong, Jawa Timur, Jargas Rumah Tangga, penyediaan infrastruktur minyak bumi dan pipa transmisi Rokan, gasifikasi kilang minyak Pertamina, serta gasifikasi PLTD di 52 lokasi pembangkit listrik PLN.
Hal ini dilaksanakan agar dapat meningkatkan pengembangan gas bumi di wilayah baru dalam rangka pemerataan akses, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Terminal LNG Teluk Lamong ditargetkan dapat mengatasi deficit supply gas di Jawa Timur sebesar 30 BBTUD dan membuka peluang penyaluran LNG Retail sebesar 10 BBTUD, serta mendorong pengembangan bisnis LNG trading di pasar internasional progressnya sudah mulai fase uji coba. Kemudian untuk jargas rumah tangga dengan dana APBN, sudah proses kontruksi di 30 kota/ kabupaten di luar Pulau Jawa, dari target awal akan dibangun di 49 kota/ kabupaten,” ungkap Rachmat.
Hingga akhir 2019 lalu, emiten dengan sandi PGAS itu berhasil menambah panjang infrastruktur pipa dengan total menjadi ±10.169 km, dengan penambahan pipa sepanjang ±253 km. Adapun rinciannya, penambahan pipa distribusi ±75 km dan penambahan pipa transmisi sepanjang ±177 km. Dengan jumlah pelanggan distribusi gas mencapai 397.474, naik dari posisi 325.917 pada 2018, terlebih lagi adanya lompatan kenaikan jumlah pelanggan sejak 2014 yang hanya sebesar 96.049. Dengan demikian, PGN berhasil mengelola market share niaga gas bumi di Indonesia sebesar 92%.
Untuk tahun ini, PGN telah merencanakan pengembangan infrastruktur gas yang ditarget mencapai 186 km untuk distribusi yang terbagi atas 63 km di Pulau Jawa dan 123 km di Sumatera.
Selain itu, kata Rachmat, terkait dengan aksi sosial perseroan, selama 2019, nilai corporate social responsibility (CSR) yang disalurkan PGN mencapai Rp 89,44 miliar. Adapun misi sosial yang diemban setiap perusahaan negara, juga telah banyak dilakukan PGN.
“Perusahaan mempunyai ragam aksi sosial dalam program bina lingkungan, seperti penyediaan sarana ibadah, pendidikan, bantuan bencana alam, ataupun kesehatan. Dan melalui program sosial, segala keberhasilan PGN bisa memberikan efek positif bagi masyarakat luas,” pungkas Rachmat.
Foto: Istimewa
