Jakarta, TopBusiness – Sepanjang pergerakan hari ini, indeks harga saham gabungan atau IHSG diperkirakan bergerakan flat dengan kecenderungan menguat terbatas.
Demikian tertuang dalam riset harian dari laman samuel.co.id, di Jakarta, hari ini.
Bursa saham di AS bergerak dengan volatilitas yang tinggi Jumat minggu lalu ditengah kekhawatiran kembali perang dagang AS-China dan lemahnya data ekonomi. Para investor juga masih mencerna tingginya penurunan data penjualan retail di AS. Dow ditutup naik 0.25%, sedangkan S&P 500 0.39%. Di sisi lain nasdaq menguat 0.79%. Secara keseluruhan, Dow dan S&P 500 melemah lebih dari 2% minggu lalu, sedangkan nasdaq melemah 1.1%.
Sementara itu, data neraca perdagangan Indonesia untuk April 2020 dirilis dan tercatat mengalami defisit sebesar USD 350 juta, lebih rendah defisitnya dibandingkan April 2019 yang tercatat defisit sebesar USD 2.5 miliar. Nilai ekspor April 2020 turun 7.02% yoy, sedangkan nilai impor 18.58% yoy. IHSG sendiri ditutup turun 0.14% ke level 4,507.6 pada penutupan hari Jumat lalu dengan investor asing masih mencatatkan Net Sell sebesar IDR 1.06 triliun di pasar reguler.
Sementara harga minyak WTI ditutup menguat 6.79% pada hari Jumat dan ditutup pada USD 29.43 per barrel setelah sempat menyentuh USD 29.92, atau tertinggi sejak 17 Maret. Hal ini membuat penguatan minggu lalu mencapai hampir 19%, walaupun masih turun 51.8% YTD. Sedangkan Brent menguat 4.4% ke USD 32.5 per barrel di hari Jumat atau penguatan 4.9% selama minggu lalu.
Pagi ini Nikkei dan Kospi dibuka menguat masing-masing sekitar 0.2%, sedangkan Dow Future menguat 0.9%. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak flat dengan kecenderungan menguat terbatas hari ini,” demikian tertera.
Foto: Rendy MR
