TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Babak Baru PLN Punya Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan

Albarsyah
18 May 2020 | 12:23
rubrik: BUMN
PLN Rayakan Hari Pelanggan Nasional di 148 Kota

Jaringan Listrik PLN/Beritabali.com

Jakarta, TopBusiness – Menteri BUMN Erick Thohir baru saja melakukan perombakan di jajaran Direksi PT PLN (Persero). Keputusan ini sesuai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN pada 14 Mei 2020 tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.

Ada yang menarik dalam perombakan kali ini. Pertama kali dalam sejarah, Menteri BUMN menambahkan nomenklatur Direksi baru, yaitu Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan yang dijabat oleh Bob Saril.

Erick Thohir mengatakan, penambahan Direksi di PLN ini diharapkan bisa meningkatkan pelayanan PLN kepada pelanggannya. Terlebih, saat ini jumah pelanggan PLN mencapai lebih dari 75 juta pelanggan di seluruh Indonesia.

“Perusahaan sebesar dan sekompleks PLN harus memiliki direktur Niaga yang akan memikirkan kebijakan korporasi dan analisa komprehensif terkait pengembangan kegiatan usaha dan perdagangan selain juga melakukan pengawasan atas kegiatan penjualan dan pemasaran; serta memelihara dan mengembangkan hubungan baik dengan pelanggan,” ujar Erick dalam keterangan resminya yang diterima redaksi Top Business, Senin (18/5/2020).

Apa yang dilakukan Erick Thohir ini dianggap brilian oleh Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali. Menurutnya, penambahan direksi baru ini menjadi sinyal bagi manajemen PLN untuk mengubah image perusahaan listrik milik negara tersebut.

Baginya, meski BUMN, selama ini PLN lebih berperan sebagai public utilities, layaknya layanan pemerintahan pada umumnya. Padahal, di era modern seperti sekarang ini, tuntutan para pelanggan lebih konpleks.

“Sekarang ini yang dituntut masyarakat itu utamanya soal service bukan hanay sebagai public utilities. Kalau service, masyarakat sekarang sudah lebih maju tidak sesederhana dulu. Seperti buka telfon rumah, kalau mau bayar Rp 2 juta, kalau tidak mau ya sudah. Tidak bisa lagi seperti itu,” ucap dia.

BACA JUGA:   Komisi VI DPR RI: Becak Listrik (Blist) PT Len Industri Bantu Lansia yang Masih Harus Bekerja

PLN saat ini dihadapkan dengan berbagai kompetisi dalam sumber tenaga listrik. Untuk itu perbaikan layanan dan inovasi dalam pemanfaatan listrik ini menjadi satu kunci untuk memenangkan persaingan tersebut.

Dia mencontohkan, dalam situasi seperti sekarang ini, dimana banyak pabrik mengentikan produksinya dampak dari pandemi Covid-19, tentunya konsumsi listrik menjadi sangat melimpah. Tentunya ini menjadi pekerjaan rumah bagi PLN untuk bagaimana memanfaatkan kelebihan pasokan seperti sekarang.

“Itu adalah tugas Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan. Saya kira terobosan yang dilakukan Pak Erick Thohir bagus sekali,” tegas  Rhenald Kasali.

Tags: pln
Previous Post

Tol Layang AP Pettarani Makassar Siap Beroperasi Tepat Waktu

Next Post

6.175 Boks Propoelix Disalurkan ke Tenaga Medis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR