TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kuartal I, Kinerja SSIA Ditopang Sektor Properti

Busthomi
19 May 2020 | 09:56
rubrik: Capital Market
Bangun Industri Hijau, SSIA Raih Sokongan Dana dari Bank Dunia

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Hingga kuartal I-2020 ini, kinerja PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mulai terasa berat akibat pandemic Covid-19. Meski begitu, kondisi tersebut masih lebih baik. Karena beberapa lini bisninya relative menunjukkan pertumbuhan. Tercatat, perseroan membukukan  pendapatan  konsolidasi  sebesar Rp882,0 miliar.

Pendapatan tersebut naik 7,1% dibanding Rp Rp823,7 miliar pada kuartal I-2019 lalu. “Peningkatan ini terutama disebabkan dari segmen properti dan konstruksi masing‐masing naik 20,0% dan 11,8%. Sementara itu, pendapatan segmen bisnis perhotelan turun  15,1% karena tingkat hunian menurun pada  bulan Februari dan Maret 2020,” demikian seperti keterangan resmi perseroan yang diterima, Selasa (19/5/2020).

Dengan begitu, SSIA masih mencatatkan laba kotor sebesar Rp179,9 miliar, turun 5,1% dari laba kotor pada kuartal I-2019 di angka Rp189,5 miliar. Sementara itu, EBITDA perusahaan di periode tersebut mencapai Rp64,1 miliar atau 11,7% lebih rendah dari EBITDA 1Q19 sebesar Rp72,6 miliar.

“Sehingga kerugian bersih konsolidasi SSIA pada kuartal I-2020 berada pada Rp17,4 miliar, turun 60,1% dari rugi bersih yang dibukukan di kuartal I-2019  sebesar Rp10,9 miliar. Hal ini karena kenaikan beban bunga sekitar 23,7% dari Rp38,0 miliar di kuatal I-2019 menjadi Rp47,0 miliar di tiga bulan pertama di tahun ini,” katanya.

Sementara posisi kas perusahaan selama periode itu mencapai Rp1,37 triliun, atau turun 9,9% dari posisi kas perseroan di tahun lalu di angka Rp1,52 triliun. Hal itu disebabkan perusahaan melakukan pembebasan lahan di Subang, Jawa Barat dari Januari-Maret 2020.

“Dengan posisi utang kena bunga untuk periode kuartal I-2020 itu sebesar Rp1,98 triliun berdampak pada gearing ratio yakni jumlah pinjaman dibandingkan modal berada d level 44,1%,” ucapnya.

BACA JUGA:   IHSG Alami Penguatan

Untuk pendapatan unit properti SSIA sendiri terdiri dari pendapatan kawasan industri, biaya pemeliharaan dan sewa komersil dengan jumlah pendapatan sebesar Rp86,9 miliar pada kuartal I-2020 meningkat 20,0 % dari Rp72,4 miliar di kuartal I-2019.

Sejauh ini, perseroan sudah menutup hotel bintang 5-nya yakni Gran Melia Jakarta (GMJ), Hotel Melia Bali (MBH) dan Banyan Tree Ungasan Resort (BTUR), sejak akhir Maret atau awal April hingga  diperkirakan akhir Mei 2020. Hal ini akibat dampak dari pandemic Covid-19 ini.

“Perusahaan  berharap  industri  perhotelan  akan  mulai  periode  pemulihannya pada kuartal III‐2020, dan melakukan pemulihan secara bertahap,” harapnya dengan menyebut pendapatan secara keseluruhan hingga akhir tahun 2020 nanti akan turun sekitar 13%.

Tags: Covid-19emitenkinerja keuanganSSIA
Previous Post

Seminggu Jelang Lebaran, Kondisi JTTS Masih Kondusif

Next Post

BNI Ditunjuk untuk Program Diaspora Peduli

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR