
Jakarta, businessnews.id — Badan usaha milik negara (BUMN) bidang konstruksi dan sumber daya air, Brantas Abipraya, menargetkan pendapatan di tahun 2015 mencapai Rp 3,6 triliun, atau naik 50% dibanding periode sama tahun 2014 yang di Rp 2,3 triliun.
Menurut Direktur Utama Brantas Abipraya, Bambang E. Marsono, di Jakarta (3/3/2015), target itu diyakini tercapai karena pertumbuhan rata-rata sektor konstruksi sebesar 6,73% lima tahun belakangan; total nilai konstruksi nasional tahun 2015 sebesar Rp 450 triliun.
“Sementara tingkat rata-rata pertumbuhan kontrak perseroan sepanjang lima tahun belakangan sebesar 25,7% dan 70%-nya proyek Pemerintah Indonesia,” terang dia.
Ia mencontohkan, September 2014, nilai kontrak pihaknya sebesar Rp 1,7 triliun, sementara Desember 2014 telah Rp 2,3 triliun. Dan nilai kontrak carry over atau tahun jamak senilai Rp 3,6 triliun. Sehingga total nilai kontrak saat ini Rp 5,8 triliun.
Selain itu, pihaknya juga akan menambah kapasitas produksi pabrik beton cetak menjadi dua kali lipat dari saat ini; kini tengah memindahkan lokasi pabrik beton dari Sunter (Jakarta Utara) seluas 3 hektar ke daerah Sadang (Jawa Barat) seluas 10 hektar.
“Sehingga kapasitas kami akan berlipat dua kali,“ terang dia.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz