Jakarta, TopBusiness – Salah satu perusahaan pembiayaan, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) atau yang lebih dikenal dengan sebutan WOM Finance mengaku baru saja telah melunasi utang obligasinya yang jatuh tempo pada hari ini, Selasa, 9 Juni 2020 tersebut.
Utang tersebut yang merupakan Obligasi Berkelanjutan III WOM Finance Tahap II itu senilai Rp931,5 miliar. Obligasi tersebut merupakan Obligasi Berkelanjutan III WOM Finance Tahap II Seri A tahun 2019 lalu. Dan mulai hari ini, perseroan tak lagi memiliki kewajiban untuk melakukan apapun terhadap para pemegang obligasinya tersebut.
“Kami telah melakukan pembayaran pelunasa pokok obligasi senilai Rp931,5 miliar dengan bunga obligasi sebesar 8,50% yang jatuh tempo tanggal 9 Juni 2020 ini. Maka dengan ini kepada seluruh pemegang obligasi bahwa seluruh kewajiban emiten kepada pemegang obligasi telah dilaksanakan,” tutur Direktur merangkap Corporate Secretary WOMF, Zacharia Susantadiredja, di Jakarta, Selasa (9/6/2020).
Dengan adanya pelunasan ini, emiten di sektor jasa keuangan itu mengaku tak ada dampak kejadian atau fakta material apapun terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perusahaan.
Sebelumnya, WOMF juga telah menerbitkan obligasi Rp300 miliar pada bulan lalu. Surat utang tersebut adalah Obligasi Berkelanjutan III WOM Finance Tahap III yang merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan III WOM Finance dengan total nilai Rp5 triliun.
Pada tahap ketiga ini, perseroan menawarkan dua seri obligasi. Obligasi seri A memiliki jumlah pokok Rp226,50 miliar dengan menawarkan suku bunga tetap 8,50% per tahun yang akan jatuh tempo pada 9 Juni 2021.
Kemudian obligasi seri B hanya memiliki nilai pokok Rp30 miliar. Obligasi ini berkupon tetap 9,60% per tahun dan waktu jatuh tempo dalam waktu tiga tahun ke dapan. Sejauh ini, WOM Finance sendiri telah menerbitkan obligasi tahap I senilai Rp570,50 miliar dan tahap II mencapai Rp 1,67 triliun. Dengan penerbitan tahap ketiga ini, maka WOM Finance masih memiliki sisa penerbitan obligasi berkelanjutan hingga Rp2,45 triliun.
Foto: Istimewa
